Purna PMI Kembali Dipercaya Warga Menjadi Kades

Author

Masyarakat desa Pondok baru saja menyelenggarakan pesta demokrasi di desanya. Tepatnya pada Minggu (23/5/2019), masyarakat dan panitia penyelenggara disibukkan dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). 

Kreativitas Warga Pondok Menyambut Pesta Demokrasi 

 

Untuk memeriahkan acara pemilihan kepala desa, berbagai hal menarik dilakukan demi meningkatkan antusiasme warga, salah satunya adalah panitia menyediakan kereta angkutan berupa kereta mini untuk membawa warga menuju tempat pemungutan suara, selain itu juga disediakan doorprize menarik bagi pemilih.

 

Ada hal yang cukup unik dalam pemilihan kepada desa tahun ini, kedua calon merupakan sepasang suami istri. Suharto adalah calon kepala desa petahana setelah menjabat sebagai kepala desa selama dua periode. Kini, Suharto yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) purna kembali diajukan oleh warga untuk menjabat sebagai lurah periode ketiga kalinya. Sementara itu, lawannya adalah Subekti Eka Lestari, istri dari kepala desa sendiri. 

 

Modal Sosial Petahana 

Ada alasan yang cukup kuat kenapa Suharto kembali diajukan untuk menjadi kepala desa kali ke tiga. Sosok yang akrab dipanggil sebagai Mbah Lurah tersebut adalah sosok yang sangat dekat dengan warganya. 

 

Meskipun bukan berasal dari keturunan keluarga lurah atau perangkat desa, namun Suharto memiliki banyak pengalaman dalam berorganisasi saat ia bekerja menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik di Malaysia maupun saat bekerja di Korea. Pengalaman berorganisasi itu lah yang menjadi modal kuat untuk menjadi pemimpin yang sukses di desa Pondok.

 

 “Banyak hal sudah dilakukan oleh Mbah Lurah semasa menjabat selama dua periode. Bagi KOPI sendiri, beliau adalah sosok yang merangkul komunitas, apalagi background beliau sebagai pekerja migran. Beliau menganggap keberadaan KOPI pondok sangat bermanfaat sebagai ruang belajar bagi anggota maupun warga desa,” tutur Eni, salah satu warga desa Pondok dan anggota KOPI.

 

Proses pemungutan suara berlangsung hingga pukul 13.00 dan dilanjutkan dengan penghitungan suara. Berdasarkan hasil perhitungan keseluruhan suara, Suharto mendapatkan suara sebanyak 1361 suara, sementara lawannya, Subekti Eka Lestari mendapat 291 suara. Dengan perolehan suara tersebut, maka Suharto menjadi pemenang dalam Pemilihan Kepala Desa Pondok  tahun 2019.

Kemenangan Mbah Lurah untuk kali ketiga membuktikan bahwa purna migran tidak bisa dipandang sebelah mata, semoga keberhasilan Mbah Lurah tersebut menjadi inspirasi pekerja migran, bahwa meski memiliki latar belakang sebagai pekerja migran, tidak menghalanginya untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil.

 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *