Purna Migran Ini Sukses Kembangkan USaha Ternak Kambing Etawa

Author

(Keterangan foto: Rateno, di kandang peternakan kambingnya)

Kisah sukses purna migran seolah tak pernah habis untuk diangkat dan menjadi inspirasi untuk pembaca. Di antara kisah pilu pekerja migran Indonesia (PMI) yang bernasib kurang baik, kisah sukses juga tidak luput mewarnai kehidupan para pekerja migran Indonesia dari berbagai Negara. Salah satu PMI itu adalah Rateno. Laki-laki yang kini menginjak usia 44 tahun tersebut telah sukses mengembangkan usahanya dalam bidang ternak kambing. 

Ditemui oleh anggota Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Nongkodono, Sabtu (29/6) Rateno nampak sedang sibuk mengurus kambing-kambingnya yang berjumlah 50 ekor. 

Rateno merupakan purna migran yang pernah bekerja di Korea bersama istrinya. Ia bekerja di Korea selama 3 tahun, kini setelah bekerja di luar negeri selama beberapa tahun, Rateno memutuskan kembali ke tanah air dan memulai usahanya. 

Bukan tanpa sebuah alasan kenapa usaha ternak kambing Etawa menjadi pilihan bisnisnya saat ini. Dari cerita yang disampaikan oleh Rateno, ia memulai usaha tersebut disebabkan karena pengalamannya saat merawat ayahnya yang sedang sakit terkena penyakit Hepatitis atau Kanker Hati. 

Penyakit yang diderita ayahnya tak kunjung sembuh meski sudah berobat kemana-mana. Kemudian, ia datang ke salah satu tabib dan mendapatkan saran agar ayahnya diberi minum susu kambing etawa setiap hari. Dari situlah muncul ide untuk memelihara kambing Etawa. 

Usahanya dirintis sejak tahun 2015. Awalnya ia hanya memiliki satu kambing. Lama kelamaan berkembang semakin banyak, bahkan dalam satu tahun bertambah menjadi 25 ekor. Kini kambing yang dimiliki oleh  Rateno sebanyak 50 ekor.

Khasiat Bagi Kesehatan  

Keuntungan dari ternak kambing Etawa tentu bukan hanya pengembangbiakan kambingnya saja, melainkan produksi susu etawa yang memiliki khasiat yang sangat tinggi untuk kesehatan. Susu kambing etawa yang dihasilkan dalam sehari bisa mencapai 10-15 liter susu murni. Harga satu liter susu dihargai Rp 40.000, sehingga dalam sehari, bisa diperkirakan penghasilan yang dicapai Rateno setiap harinya sekitar Rp 400.000 hingga Rp 500.000.

Susu Kambing Etawa yang dikelola oleh Rateno bisa dijamin kualitasnya, terlihat dari bagaimana Rateno menjaga kondisi kebersihan persekitaran kandang kambing dan pengaturan nutrisi pemakannya. Menurutnya, makanan yang paling bagus untuk kambing Etawa adalah rumput Gajah dan ampas tahu. 

Susu murni produksi kambing Etawa miliknya dijual ke berbagai daerah, di antaranya Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Magetan, Madiun, Ngawi bahkan sampai ke Bali. 

Selain susu kambing Etawa, Rateno juga mengembangkan usaha lain, yaitu produk susu sari kedelai. Produk susu sari kedelai justru menjadi usaha pertama sebelum ia menggeluti usaha susu kambing. 

Khasiat dari susu kambing sendiri sangat tinggi, di antaranya untuk pengobatan berbagai penyakit yang berkaitan dengan lambung, masalah pernafasan, diabetes, kanker, pengeroposan tulang, asam urat, ginjal, rheumatic, migraine dan masih banyak lagi.

 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *