Peran Serta KOPI Dampingi Kasus Wijiati, PMI di Taiwan Penderita Tumor

Author

Wijiati, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo menderita penyakit tumor otak di Taiwan. Saat Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) mendengar berita tersebut, Wijiati sedang dirawat di rumah sakit Lotung, Yilan, Taiwan. Perwakilan pemerintah di Taiwan sedang merencanakan untuk memulangkannya ke Ponorogo, Jawa Timur bulan Maret 2019.

 

Sebagai komunitas yang turut serta melakukan pendampingan kasus PMI, KOPI yang diwakili oleh Nonik Iswarani, Eni Setiowati, Arif Yulianto, dan Ifa Nurfaida mengunjungi rumah keluarga Wijiati di desa Bakalan, Polorejo, Babadan, Ponorogo.

 

Dalam kunjungannya, KOPI menanyakan sejauh mana perkembangan proses pemulangan Wijiati yang sedang dilakukan oleh perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan. Selain itu, KOPI juga turut menawarkan bantuan ambulan sekiranya diperlukan dalam proses pemulangannya dari bandara menuju kampung halaman. 

 

“Sudah ada pihak yang menguruskan dari dinas P4TKI Madiun yang diwakili oleh Dony, sementara untuk menguruskan semua dokumentasi di tingkat desa dilakukan oleh Mudin,” ujar Imam Suwanto selaku perwakilan keluarga Wijiati saat ditemui oleh anggota komunitas KOPI pada tanggal 25 Februari 2019.

 

Mengingat sudah ada pihak yang mengurus proses pemulangan yaitu P4TKI Madiun, KOPI pun lega dan tetap menawarkan bantuan sekiranya keluarga memerlukan bantuan dari komunitas KOPI. Selang beberapa hari, Imam Suwanto menanyakan kepastian tentang ambulan terhadap KOPI. 

 

“Ketika sudah ada pihak yang menguruskan proses pemulangan, maka pihak KOPI sudah tidak ikut campur lagi,” jelas Nonik sebagai perwakilan KOPI. 

(Keterangan foto: kunjungan KOPI di rumah korban)

Terkait bantuan yang ditawarkan oleh KOPI, sempat terjadi kesalahpahaman dengan keluarga korban. Imam Suwanto mengira bahwa KOPI memiliki kerjasama dengan dinas terkait soal mobil ambulan. 

 

Untuk membantu Imam Suwanto, pihak KOPI meminta nomor telfon dinas yang menguruskan proses pemulangan Wijiati. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak dinas, diperoleh informasi  bahwa terkait ambulan sudah diuruskan oleh dinas dan diteruskan ke dinas Surabaya. 

 

Pada tanggal 2 Maret 2019  pihak keluarga Wijiati sebanyak lima orang ikut menjemput ke Bandara Juanda bersama LP3TKI  Surabaya. Sesampainya di Ponorogo, Wijiati langsung dibawa ke Rumah Sakit Aisyah Ponorogo. Hingga berita ini diturunkan, saat ini keadaan Wijiati sudah membaik, bangun dari tempat tidur, makan dan minum sendiri namun untuk aktifitas yang lain masih dibantu anggota keluarga lainnya. 

 

Suharto berterimakasih dan memberikan apresiasi karena dari sekian ratus desa di Ponorogo, Desa Pondok memiliki Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI). Suharto yang pernah menjadi pekerja migran yakin bahwa organisasi ini sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat desa. 

 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *