Berita

KOPI Pondok Usulkan Percetakan dan Toko Kemitraan untuk Rencana Usaha Komunitas

Author

Pertemuan rencana usaha komunitas di Ponorogo
Pertemuan rencana usaha komunitas di Ponorogo, 20 Februari 2021. Foto: Redaksi KOPI Pondok

Mungkin masih banyak yang asing dengan nama Komunitas Peduli Pekerja Migran Indonesia atau disingkat KOPI. KOPI sendiri beranggotakan pekerja migran aktif, purna migran, keluarga migran, perwakilan dari perangkat desa, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemuda, serta masyarakat yang peduli dengan isu pekerja migran. Di Ponorogo ada tiga komunitas KOPI yang aktif yakni Desa Pondok, Desa Bringinan, dan Desa Gelanglor. Komunitas ini lahir dari proses pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Kajian Pengembangan Pendidikan, Sosial, Agama dan Kebudayaan (INFEST) Yogyakarta.

Pada periode sebelumnya, INFEST fokus pada program peningkatan kapasitas anggota KOPI , melalui berbagai macam pelatihan, diantaranya pelatihan paralegal, manajemen organisasi, jurnalistik, pengelolaan informasi, perencanaan apresiatif desa, dan sebagainya. “Kegiatannya banyak, diantaranya mengadakan pelatihan pelatihan untuk mengembangkan sumber daya manusia dan pengalaman dari anggota,” terang pegiat KOPI Desa Pondok, Abdul Hadi.

Pada periode di tahun 2021 ini, INFEST mulai fokus pada upaya pemberdayaan KOPI. Sebagaimana pada Jumat, (20/2/2021), pengurus dan anggota KOPI dari tiga desa di Ponorogo membuat perencanaan usaha yang nantinya akan dikelola oleh masing-masing komunitas. “Pada periode ini KOPI akan berlatih membangun usaha, sehingga masing masing kopi dari tiga desa diminta membuat usulan program usaha,” jelas Anny Hidayati, Pendamping Program INFEST di Kabupaten Ponorogo.

Masing-masing komunitas kemudian mengajukan rencana usaha yang akan dijalankan. Usulan usaha itu antara lain usaha penggemukan sapi dan kambing, ternak lele, dan usaha budidaya bawang merah. Sementara, pegiat KOPI Desa Pondok mengusulkan rencana usaha percetakan, menjual alat tulis kantor (ATK), serta toko kemitraan. Usaha percetakan dan ATK dipilih karena di Desa Pondok banyak terdapat perkantoran serta sekolah sehingga usaha di bidang ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan para karyawan perkantoran dan siswa sekolah.

Sedangkan toko kemitraan dipilih karena di Desa Pondok banyak pengrajin dan industri rumahan yang kesulitan dalam mempromosikan dan memasarkan produknya. Diharapkan dengan adanya pendampingan usaha dari INFEST, para pengrajin dan industri rumahan ini berkembang dan bisa memenuhi kebutuhan para pekerja migran di luar negeri, khususnya yang berasal dari Desa pondok.

Semoga segala rencana dan niat baik ini bisa terwujud. Amiin

Tulisan ini ditandai dengan:KOPI Pondok Usaha Komunitas 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.