Cegah Covid-19: KOPI Pondok Gerakkan Tukang Jahit dan Bagikan Masker Gratis

Author

Badai pandemi corova virus desease (Covid-19) sampai saat ini masih menjadi ancaman kesehatan semua masyarakat. Begitu pun di desa-desa yang menjadi tujuan mudik, baik mereka yang merantau di luar kota maupun di luar negeri. Di Jawa Timur (Jatim), salah satu kabupaten dengan angka migrasi terbanyak adalah di Kabupaten Ponorogo.

Berdasarkan laporan Ponorogo.go.id jumlah pasien terinfeksi virus corona di Kabupaten Ponorogo bertambah dua orang, hingga Kamis (9/4/2020) petang. Kesadaran warga saat ini bukan hanya perlu memikirkan dirinya agar tidak terjangkit covid-19, namun juga memberikan edukasi dan bantuan alat pelindung diri (APD).

Inisiatif memberikan bantuan warga mulai dari masker hingga kebutuhan pokok, juga dilakukan oleh Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) di Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. KOPI bukan hanya memberikan bantuan, sebelumnya juga berinisasi mendorong para penjahit membuat masker kain untuk dibagikan secara gratis kepada warga terdampak covid-19.

Gerak cepat warga Pondok membuat masker kain

Menurut Arif Yulianto, Ketua KOPI Pondok, kegiatan yang diinisiasi KOPI Pondok ini telah membagikan 250 makser gratis buat pada keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan PMI purna, relawan Covid-19, dan untuk masyarakat Desa Pondok umumnya.

Kami ingin berpartisipasi mencegah Covid-19 khususnya di desa kami (Pondok), karena kami juga prihatin dengan wabah covid-19 ini. Harapananya, apa yang kami lakukan dapat memberikan solusi alternatif atas langka dan mahalnya masker di saat ini. Selain masker, ada juga pembagian sembako untuk memenuhi kebutuhan PMI yang sudah mudik, lansia,  relawan covid-19 desa Pondok,” ungkap Arif kepada Tim Redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM), pada Jumat (10/4/2020).

Arif sedang menjahit masker kain

KOPI Pondok merupakan salah satu komunitas peduli pekerja migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Ponorogo yang diinisiasi oleh Institute for Education Development, Social Religious, Cultural Studies (INFEST) Yogyakarta bersama warga di Desa Pondok. Selain Pondok KOPI juga ada di Desa Bringinan, dan Nongkodono.

Kerjasama dengan Tukang Jahit dan Konveksi 

Inisiatif kegiatan pembagian masker gratis dan sembako merupakan kesepakatan Ketua dan angggota Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Pondok. Awalnya komunikasi dilakukan melalui Whats App (WA) grup KOPI Pondok. Beberapa rencana aksi mereka di antaranya menjalin kerjasama dan sharing dengan tukang jahit di Desa Pondok.

Masker yang siap didistribusikan

Selain dengan tukang jahit, KOPI juga menjalin kerjasama dan sharing dengan tukang jahid dan konveksi yang ada di desa pondok; mempersiapkan bahan berupa sponbund elastis dan benang; proses pembuatan masker seperti mengukur kain,  menggunting,  menjahit; hingga menyetor bahan setengah jadi kepada relawan penjahit untuk di buat di rumah. Setelah masker jadi, mereka juga melakukan sterilisasi masker dengan cairan antiseptik. Setelah terkumpul, 250 masker kemudian segera didistribusikan kepada warga secara gratis.

Warga Desa Pondok gotong royong melakukan penyemprotan disinvektan.

“Kami melihat tanggapan warga juga cukup antusias, bahkan ada juga relawan yang merasa terpanggil jadi relawan untuk menjahit,” ungkap Arif.

Saat ini, lanjut Arif, produk sudah terkumpul dengan jumlah 250 bernahan kain sponbond, dua lapis, ada yang memakai elastis, dan ada pakai tali. Sementara pelaksanaan pembuatan masker sudah dilakukan pada Jumat (4/4/2020). Sementara pendistribusian dimulai dari Senin (13/04/2020)

 

 

Tulisan ini ditandai dengan:Covid-19 KOPI Pondok Pekerja Migran Indonesia Ponorogo 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *