Berita

KECELAKAAN KERJA DI KOREA SELATAN

Author

Oleh: Aliyuddin

Ubaidillah (38), seorang mantan buruh migran asal Cirebon yang pernah bekerja di Korea Selatan mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan bola matanya sebelah kanan menderita cacat permanen. Hingga hari ini, mata kanannya masih ditutup kain perban pelindung.

Kecelakaan kerja tersebut dialami Ubaidillah pada awal tahun 2010. Saat itu, ia dan beberapa temannya kerja di sebuah proyek bangunan. Tiba-tiba alat berat yang digunakannya jatuh dan menimpa mata kanannya. Setelah itu ia dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pertolongan. Akhirnya, dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pada mata kanannya. Tentu saja operasi ini membutuhkan biaya sangat mahal. Akan tetapi, Ubaidillah sangat bersyukur karena bisa mendapatkan asurasni kerja sehingga ia tidak perlu membayar sendiri biaya operasi tersebut.
Kecelakaan kerja banyak dialami oleh para pekerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Menurut Ubaidillah, risiko kecelakaan kerja di luar negeri sangat besar karena mayoritas wilayah kerja para buruh migran adalah di sektor pekerjaan kasar. Oleh karena itu, sikap hati-hati sangat dibutuhkan.

“Waktu bekerja di luar negeri, harapan saya adalah agar bisa mendapatkan gaji besar, meskipun harus bekerja keras. Saya berangkat ke Korea Selatan pada 1998. Pada awalnya, saya bekerja di pabrik tekstil selama 11 bulan secara resmi. Namun, karena merasa gajinya sangat kecil,  saya memilih menjadi TKI ilegal. Pada saat berstatus TKI ilegal inilah saya mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan bola mata saya dioperasi dan mengalami kebutaan permanen,” ungkapnya.

Bagaimana pun, keamanan dan keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas utama para buruh migran. Banyak para buruh migran yang bekerja di sektor penuh risiko, misalnya bangunan. Biasanya mereka diiming-imingi penghasilan besar. Oleh karena itu, setiap buruh migran harus bekerja keras, hati-hati, dan profesional dalam menjalankan semua pekerjaan.

Tulisan ini ditandai dengan:asuransi buruh migran kecelakaan kerja korea selatan 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *