* Berita

Seruni, Kampanye Isu Buruh Migran di Yogyakarta

Author

Aditya Megantara, Pegiat Seruni Banyumas

Rombongan Kelompok Peduli Buruh Migran, Seruni Banyumas telah tiba di Yogyakarta, Rabu sore (21/7/2010). Rombongan Seruni dipimpin langsung oleh Ketua Seruni, Lily Purwani (32), bersama dengan Aditya Megantara, Vina, dan Yanti. Seruni merupakan kelompok yang beranggota warga mantan buruh migran di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Rencananya, Lily akan menjadi narasumber dalam diskusi bertopik Mengelola Informasi, Melindungi Buruh Migran yang akan digelar Kamis (22/7) pukul 19.00-22.00. Selama ini, Seruni bergerak memediasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh buruh migran dan pemberdayaan buruh migran melalui kegiatan ekonomi mikro. Kini, mereka memproduksi aneka produk kerajinan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Aditya Megantara (25), Manajer Peningkatan Kapasitas Organisasi Seruni, mengatakan Seruni akan melakukan kampanye simpatik untuk mendukung perjuangan buruh migran selama kegiatan Jagongan Media Rakyat 2010. Permasalahan buruh migran sangat rumit karena melibatkan hukum-hukum internasional. Namun, inti persoalan buruh migran adalah ketidakadilan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

“Umumnya, warga menjadi buruh migran karena tidak mampu mengakses pekerjaan di dalam negeri. Jenis-jenis pekerjaan tradisional seperti bertani, buruh, dan wiraswasta mengalami krisis secara terus-menerus,” ujarnya.

Kini, Aditya bersama Seruni tengah merintis industri kreatif kerajinan. Pekerjaan ini cocok bagi anggota Seruni yang sebagian besar perempuan. Sebelumnya, setiap sore mereka hanya ngerumpi atau bergunjing. Sekarang, mereka aktif membuat aneka kerajinan yang hasilnya dipasarkan oleh Seruni. Dulu, untuk mencari uang mereka harus secara fisik ke luar negeri, ke depan cukup produk mereka yang ke luar negeri.

8 responses to “Seruni, Kampanye Isu Buruh Migran di Yogyakarta

  1. Terimakasih untuk teman-teman yang ikut serta membantu mengkampanyekan isu buruh migran, persoalan buruh migran, persoalan kita semua.

    yang dalam foto hanya Ode yang lain mana?

  2. Kami tadi mengunjungi stand pameran teman2 buruh migran… bagus-bagus produknya……Selamat yaaa semoga terus berkarya…

  3. Setelah mendengarkan diskusi teman-teman buruh migran di Jagongan Media Rakyat di Yogyakarta saya semakin memahami bahwa persoalan Anda sangat rumit. Persoalan akses informasi informasi sulit harus didorong dengan penegakan UU No 14 tahun 2008. Sejauhmana buruh migran mendorong lembaga-lembaga publik untuk memenuhi kepentingan informasi warga?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *