Siti Barokah: Pekerja Migran, Aktivis, sekaligus Wirausaha asal Pondok

Author

Siti Barokah, S.Pd.I (40 tahun) membuktikan bahwa menjadi pekerja migran tidak menghalanginya untuk belajar dan berkarya. 

Siti, demikian sapaan akrabnya, merupakan salah satu pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong asal Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Gelar sarjana yang disandangnya tidak menjadi penghalang baginya untuk bekerja ke luar negeri sebagai PMI. Justru dia ingin membuktikan bahwa PMI juga dapat belajar, berkarya dan merencanakan masa depan yang lebih baik. 

Siti berangkat ke Hongkong pada tanggal 28 Agustus 2015. Meskipun harus meninggalkan ketiga orang anaknya, dia tetap yakin untuk mengais rejeki di negara Hong Kong. Selain ingin melunasi hutangnya, dia juga ingin mencari modal usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarganya. 

Aktif Mengikuti Kegiatan dan Buka Usaha Online

Siti dan produk jualannya

Berbagai kegiatan positif dia ikuti saat hari libur. Siti juga mulai merintis bisnis online shop lintas negara Indonesia-Hong Kong. Banyak barang yang dia tawarkan mulai dari kuliner maupun produk Indonesia. 

“Teman-teman sesama PMI juga sering memesan produk tanah air, sebagai pengobat rindu kampung halaman. Online shop ini juga kebetulan didukung dengan usaha jasa paket Indonesia-Hong Kong milik suami saya,” ungkap Siti kepada Tim Redaksi Buletin Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Pondok pada Rabu (29/04/19).  

Bukan hanya berbisnis di online shop, Siti juga giat belajar online dan mengikuti berbagai kursus ketrampilan. Beberapa kursus yang pernah dia ikuti di antaranya adalah kursus kecantikan, terapi pijat dan body spa. 

Siti juga mengungkapkan bahwa dia memiliki cita-cita membuka usaha salon dan SPA, ketika dia sudah pulang ke tanah air. Oleh karena itu, Siti berusaha bijak dalam mengelola keuangan hasil kerjanya sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Selain untuk kebutuhan primer yaitu membangun rumah, Siti juga rajin menabung untuk mewujudkan cita-citanya. Bahkan dia mencari penghasilan tambahan di hari libur dengan membuka jasa terapi. Dari usaha sampingan ini, Siti mendapatkan penghasilan tambahan untuk tabungannya. 

Mengumpulkan Modal Usaha

Demi mewujudkan cita-citanya membangun usaha salon, Siti bekerjakeras sampai saat ini dengan mencoba beragam usaha. 

“Saya tidak akan selamanya menjadi PMI, suatu saat harus berada di zona aman yaitu kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga dan membuka usaha. Saya juga berharap teman-teman PMI yang lain agar mampu memanfaatkan waktu dan penghasilannya dengan bijak,” jelas Siti. 

Menurut Siti, begitu banyaknya kegiatan yang dinisiasi beragam lembaga untuk PMI di Hong Kong. Sehingga PMI bisa mengambil peluang ini untuk memperkuat kapasitas mereka, bijak dalam menggunakan waktu luang, terus belajag mengasah ketrampilan, dan rajin menabung. 

“Jadi, ketika tida saatnya kembali ke tanah air, maka dia sudah siap mental, ketrampilan dan modal usaha. Paling tidak, sudah ada gambaran, apa yang akan dilakukan sesampai di rumah. Sehingga uang hasil jerih payah selama di luar negeri tidak habis begitu saja melainkan bisa untuk modal usaha.”[]

Tulisan ini ditandai dengan: PMI pondok Ponorogo Siti Barokah 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.