News

Pengalaman Yayah Menjadi Buruh Migran di Taiwan

Author

Munawir (38) menceritakan  pengalaman istrinya, Yayah (34), yang bekerja di Negara Taiwan selama 3 tahun, mulai 2007-2010. Pada tahun pertama kerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), Yayah bekerja di rumah seorang majikan yang sudah tua. Usianya kira-kira 90 tahun. Baru setahun bekerja, sang majikan meninggal dunia. Akhirnnya, ia diambil oleh agennya dan ditempatkan di majikan baru. Di majikan baru ini, ia bekerja selama 4 bulan. Akan tetapi, ia tidak mendapatkan gaji karena majikannya beralasan tidak punya uang. Kemudian, ia melaporkan hal ini ke agen. Akhirnya, agen mengurus persoalan ini dengan majikan Yayah agar majikan membayar gaji Yayah selama 4 bulan yang belum dibayarkan.

Selama waktu menunggu ini, Yayah ditampung di penampungan shelter selama 3 bulan. Setelah itu, Yayah bekerja kembali pada seorang majikan ketiga. Hingga hari ini tidak ada masalah dengan majikan dan pekerjaannya. Meskipun begitu, menurut Munawir, gaji istrinya harus tetap dibayarkan oleh majikan karena itu merupakan haknya atas pekerjaan yang telah ia lakukan.

“cuman yang menjadi pikiran saya sampai sekarang, mengapa gaji istri saya selama 4 bulan bekerja masih belum dibayarkan,” ungkapnya.

Pengalaman ini mudah- mudahan bisa untuk dijadikan contoh bagi mereka yang mau bekerja ke Luar negri.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.