Bangun Sinergi dengan Desa: KOPI Sumberagung Gandeng BPD Wujudkan Pelindungan Pekerja Migran di Tingkat Desa

Author

Blitar – Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Sumberagung mengukuhkan hubungan kolaboratifnya dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberagung, Gandusari, Blitar melalui pertemuan pada Senin (09/10/2023). Rapat ini diinisiasi oleh undangan langsung dari BPD, menegaskan komitmen untuk saling berbagi informasi dan bersinergi dalam memajukan kehidupan masyarakat desa terkhusus kaitannya dengan pelindungan pekerja migran.

Bertempat di ruang rapat internal BPD, pegiat KOPI hadir dengan kekuatan penuh, dipimpin oleh Suliyati selaku Ketua KOPI, yang didampingi oleh Ruspuana selaku Ketua Pemberdayaan KOPI. Rapat ini memberikan platform bagi KOPI untuk menyampaikan beragam aspirasi dan informasi terkait kegiatan, perkembangan, serta upaya pelindungan pekerja migran yang menjadi perhatian utama KOPI. Zaenul Komar, selaku Ketua BPD, dengan hangat menyambut baik aspirasi dan harapan yang disampaikan oleh KOPI.

“Kami berharap KOPI dan BPD bisa bersinergi untuk upaya pelindungan pekerja migran di Desa Sumberagung,” ujar Zaenul Komar, setelah mendengar aspirasi KOPI Sumberagung.

Beberapa poin pembahasan rapat meliputi Peraturan Desa (Perdes) Pelindungan PMI, pemberdayaan dan peningkatan soft skills, kemitraan terkait isu pekerja migran, proaktif dalam integrasi informasi serta pertahanan dari dampak politik lokal. Dalam pertemuan ini KOPI mengharapkan adanya penerbitan Perdes tentang pelindungan PMI di Desa Sumberagung. Tak hanya itu, KOPI juga telah menyerahkan draf Perdes yang disusun oleh Lembaga Kajian Pengembangan Pendidikan, Sosial, Agama dan Kebudayaan (Infest) Yogyakarta bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blitar kepada BPD untuk dikaji, serta mendorong adanya program pemberdayaan di desa untuk peningkatan keterampilan warga Sumberagung, khususnya calon pekerja migran dan purna pekerja migran.

KOPI Sumberagung menyatakan kesiapannya menjadi mitra Desa Sumberagung dalam menangani isu-isu terkait persoalan pekerja migran, termasuk advokasi kasus pekerja migran. Pemerintah desa diharapkan untuk lebih proaktif dalam mempromosikan keberadaan KOPI sebagai mitra desa kepada warga sebagai wujud sinergi yang nyata. Hal ini diharapkan dapat mempererat kolaborasi antara KOPI dengan warga desa, organisasi masyarakat di tingkat desa maupun kelompok masyarakat lain di desa dalam aktualisasi pelindungan pekerja migran. Dinamika politik lokal diharapkan tidak mengganggu jalannya aktivitas organisasi dan pelbagai kegiatan kemanusiaan yang dijalankan di desa, khususnya KOPI.

Di akhir acara, KOPI juga membagikan stiker dan buletin “Warta Buruh Migran Edisi Juni 2023” kepada para peserta rapat. Ini menjadi langkah KOPI untuk lebih mendekatkan diri dengan warga desa dan memperluas pengetahuan mereka tentang isu-isu pekerja migran. Pertemuan antara KOPI dan BPD Sumberagung ini menciptakan momentum positif bagi kolaborasi yang lebih erat antara komunitas dan pemerintah desa. Dengan demikian, diharapkan akan terjadi perkembangan yang signifikan dalam mendukung pekerja migran dan mewujudkan kesejahteraan bersama di Desa Sumberagung.[Suliyati, Redaksi KOPI Sumberagung]

Tulisan ini ditandai dengan: BPD KOPI Sumberagung sinergi komunitas 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.