Usaha Penggemukan Ayam Mantan TKI Desa Paningkaban

Author

Ilustrasi Penggemukan Ayam
Ilustrasi Penggemukan Ayam

Daryit (25) adalah mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI/BMI) asal Desa Paningkaban, Kec.Gumelar, Kab.Banyumas. Sejak pulang dari Korea Tahun 2012, ia sukses menjalankan usaha di bidang penggemukan ayam potong di belakang rumah ayahnya.

Dalam menjalankan usaha, Daryit dibantu oleh ayahnya, Pomo Setiyo(55), yang membantu menyiapkan lahan, bahan kandang, sampai menyiapkan orang yang akan bekerja. Menurut Pomo, usaha penggemukan ayam tak semudah membalikan telapak tangan. Salah satu kesulitan usaha ini, ketika musim hujan tiba banyak ayam yang stres dan mati karena suara petir dan kedinginan.

“Untuk meminimalisir kerugian karena stres, saya harus mengelurkan biaya tambahan untuk membeli gas sebagai bahan bakar penghangat kandang. Maka biaya produksi yang saya keluarkan bertambah,” tutur Daryit.

Setelah berumur 38 hari, ayam sudah siap dipotong atau disetorkan ke bandar yang lebih besar. Daryit tergolong buruh migran yang sukses, karena ketika menjadi TKI, uang yang diperoleh tetap ditabung dan tidak digunakan untuk hal-hal yang konsumtif (tidak sesuai dengan kebutuhan). Sehingga usai bekerja di Korea, meski masih bujangan, ia sudah mempunyai usaha dan sudah bisa membangun rumah sendiri.

“Alhamdulillah saya bisa seperti ini, tetapi saya belum puas dengan usaha ini karena biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, sementara lumayan sih,” ujar Daryit.

Dalam menjalankan usaha apapun kita harus ulet dan teliti. Pelajari cara pemasaran dan jangan mulai usaha ketika ilmunya belum ada. Sehingga tidak ada sesal dibelakang hari karena usahanya hanya menui kerugian.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *