Pegiat SBMI Raih Penghargaan dari UI

Author

Maizidah Salas saat menjadi pembicara dalam diskusi
Maizidah Salas

Maizidah Salas (36), Pegiat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wilayah Kabupaten Wonosobo pada 17 Januari 2013 akan menerima penghargaan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Penghargaan ini terkait pelbagai upayanya mengembangkan pendampingan ekonomi mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

FEUI sejak 2010 memberikan penghargaan untuk TKI Purna berprestasi. Kegiatan “Indonesia Migrant Worker Award 2012″ yang akan digelar FEUI (17/01/12) akan disertai Diskusi Publik dengan tema “Sinergi dalam Membangun TKI Purna Berdikari”. Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono.

Maizidah Salas atau biasa dipanggil Saras bersama SBMI Wonosobo mengatakan penghargaan yang Ia terima akan didedikasikan untuk perjuangan Buruh Migran Indonesia. Ia juga berharap pelbagai upayanya menjadi pendamping buruh migran di Wonosobo mampu menginspirasi mantan TKI yang lain.

“SBMI Wonosobo bersama beberapa mantan buruh migran telah mengembangkan wirausaha peternakan kambing, kini telah ada puluhan kambing yang dikelola bersama. Selain itu, berbagai kegiatan penguatan kapasitas dan pengetahuan tentang migrasi juga terus kami lakukan. Saya berharap semakin banyak yang mau berjuang untuk TKI, agar semakin banyak TKI yang terbantu.” tutur Saras yang juga pernah menjadi TKI di Korea dan Taiwan.

Karut marut kebijakan dan perlindungan TKI oleh pemerintah harus segera diurai. Persoalan TKI bukan semata persoalan kasus, melainkan ada pelbagai persoalan lain di sekitarnya, baik ekonomi, HAM, kebudayaan, dan kemandirian bangsa. Sosok seperti Saras dan pendamping TKI di berbagai daerah lain butuh terus didukung pelbagai pihak, terutama pemerintah, agar harkat dan martabat TKI sebagai pekerja benar-benar menjadi perhatian Bangsa Indonesia.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *