Berita

PTK Mahnettik Cianjur Luncurkan Rumah Pintar untuk TKI

Author

Peluncuran Rumah Pintar untuk TKI di Kampung Pasir Panjang Cianjur
Peluncuran Rumah Pintar untuk TKI di Kampung Pasir Panjang Cianjur

Pusat Teknologi Komunitas (PTK Mahnettik) didukung Pemberdayaan Perempuan dan Transformasi Sosial Wilayah Pasoendan (PPSW Pasoendan) bersama pelbagai lembaga pemerintah seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) meresmikan Rumah Pintar Annisa yang berada di Kampung Pasir Panjang, Desa Sukamulya, Kabupaten Cianjur (29/03/2011).

Ide rumah pintar untuk buruh migran berangkat dari pertanyaan tentang apa yang dibutuhkan buruh migran dan keluarganya agar dapat berdaya dan mengembangkan diri?. Berawal dari pertemuan pegiat buruh migran di Pusat Teknologi Komunitas (PTK Mahnettik) Cianjur (05/11/10) yang difasilitasi oleh Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BPPP Kemenakertras), kemudian muncul sebuah inisiasi untuk membangun pusat pemberdayaan bagi buruh migran dan keluarga yang bernama Rumah Pintar Annisa.

Beberapa pejabat turut menghadiri dan memberikan apresiasi atas peresmian Rumah Pintar Annisa. Menurut Rokoyah, kerjasama dengan pelbagai instansi pemerintah merupakan bagian penting untuk mensinergikan Rumah Pintar Annisa dengan program-program pemberdayaan buruh migran Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur.

“Ada banyak jenis layanan dan kegiatan yang dapat diakses calon, mantan, dan keluarga buruh migran, maupun masyarakat umum di Rumah Pintar Annisa, misalnya, pelatihan menjahid, wirausaha, pembelajaran komputer, perpustakaan, taman bermain anak, hingga layanan informasi migrasi aman, dan pengaduan,” tutur Rokoyah, koordinator Rumah Pintar Annisa, saat diwawancarai sehari setelah peresmian rumah pintar tersebut.

Rumah Pintar Annisa dibuka dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB pada hari Senin sampai Jum’at. Selain didukung dua pendamping dari PPSW Pasoendan, Rokoyah dan Muhammad Salim, pegiat buruh migran dari pelbagai daerah di Cianjur turut terlibat dalam pengelolaan. Selain mendapat jadwal jaga, pegiat rumah pintar juga saling berbagi pengetahuan dan keterampilan seperti, membatik, membuat kue, menjahit, membuat kerajinan dan lain-lain.

Keberadaan Rumah Pintar Annisa di Kabupaten Cianjur, salah satu daerah pengirim buruh migran terbesar di Indonesia, merupakan ruang strategis untuk memberdayakan buruh migran dan keluarganya. Selain menambah keterampilan dan membuaka peluang usaha, melalui Rumah Pintar Annisa diharapkan calon, mantan dan keluarga buruh migran menjadi semakin berdaya dan mandiri.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *