Investigasi

PPTKIS Tak Berizin Pupuskan Harapan Rani

Author

Sebut saja Rani (25), buruh migran asal Kota Peraya, ia merasa perihatin dengan kehidupan keluarga yang serba kekurangan. Penghasilan suami yang tidak seberapa dari hasil berjualan es potong tentunya tak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Alasan itulah yang memaksa Rani mencari pekerjaan.

Tawaran dan iming-imging gaji besar dari sponsor Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) diperkuat dengan tuntutan hidup yang berat membuat Rani harus menerima tawaran sebagai Pekerja Rumah Tangga ke Arab Saudi.

Setelah melengkapi persyaratan yang ditentukan, ia harus berada di penampungan sementara untuk diberikan pembekalan kerja sebelum diterbangkan ke negara tujuan. Isak tangis dari keluarga mengiringi keberangkatan Rani ke penampungan di awal Mei (01/05/2011).

Saat tiba di penampungan, keraguan-keraguan kecil timbul di benak Rani. Informasi yang disampaikan calo PPTKIS sangat berbeda dengan fakta di lapangan. Hal ini membuat Rani ragu. Rani, pada masa awal di penampungan mencoba bertahan dan berusaha meyakinkan diri sendiri. Setelah menjalani proses di penampungan selama 3 bulan, ternyata pemberangkatan yang ditunggu-tunggu Rani tak kunjung datang.

Memasuki bulan ke empat, Rani dan beberapa kawannya di penampungan mendapat kabar PPTKIS yang akan memberangkatkan mereka tersangkut masalah dengan pihak kepolisian. PPTKIS tempat Rani ditampung ternyata tidak memiliki izin yang jelas.

Bagi segenap masyarakat diharapkan berhati-hati saat mendapatkan tawaran bekerja di luar negeri. Pastikan Anda memiliki informasi yang benar tentang kondisi penampungan, status PPTKIS, prosedur pemberangkatan, serta biaya yang dibebankan.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.