* Berita

Pementasan Sekar Bumi Ramaikan Natal di Yuen Long

Author

Seni Karya Buruh Migran Hong Kong
Seni Karya Buruh Migran Hong Kong

Untuk pertama kalinya etnis minoritas diberi kesempatan mengisi acara perayaan natal warga Hong Kong di wilayah New Territories (NT). Acara yang digelar di Yuen Long Theater pada Minggu (18/12) itu merupakan acara tahunan yang dinikmati secara gratis dan terbuka untuk umum khususnya warga wilayah NT.

Yuen Long Theater yang menjadi tempat pusat seni di wilayah NT ini tepatnya terletak di antara Yuen Long Stadium dan Yuen Long Park. Theater yang dibuka sejak Mei 2000 ini, menjadi wadah warga NT untuk mengembangkan bakat seni sekaligus mennyaksikan berbagai atraksi kesenian, entah itu kesenian dari Cina ataupun kesenian dari negara asing lainnya.

Pada acara peringatan natal yang diberi tajuk “X’mast Fun Day”, beberapa organisasi seni tari dari lima negara (Indonesia, Thailand, Filipina, Nepal, India) yang tergabung dalam Yuen Long Town Hall (organisasi non pemerintah yang peduli terhadap perkembangan etnis minoritas di Hong Kong) tampak menampilkan tarian dari negaranya masing-masing. Indonesia sendiri diwakili  oleh organisasi Sekar Bumi dan Golpindo.

Acara yang digelar berbarengan dengan Hari Migran Sedunia itu tentu saja kemudian mempunyai makna ganda bagi para penari. Para penari tersebut merasa telah turut mengenalkan budaya negaranya masing-masing, khususnya tari-tarian, kepada masyarakat Hong Kong.

“Sebagian ikut demo, sebagian ke sini (baca: Yuen Long-nari). Ini (baca: tarian ini) juga dalam rangka berkontribusi di bidang budaya,” kata Rie Rie, salah seorang penari dari Sekar Bumi.

“Tadi Sekar Bumi menampilkan tari Kendang Rereyogan. Itu adalah tari kreasi baru, campuran gerak tari  dari Jawa Timur. Jadi kombinasi atara ngreyog dengan kendangan. Nah kan dengan begitu warga NT jadi tahu bahwa di luar budaya Cina masih banyak budaya dari negara-negara di seluruh dunia,” tambah Anggie Camat, salah satu pelatih tari dari Sekar Bumi.

Meski sempat ragu untuk tampil di hari yang bersuhu 13 derajat celsius itu, namun sambutan dan apresiasi dari warga NT terhadap tarian-tarian yang ditampilkan para penari tersebut memberikan semangat dan kepercayaan diri bagi para penari. Beberapa warga tampak mengabadikan foto dan video. Bahkan, tepuk tangan dan sorak bergema setiap kali tarian usai dibawakan. (Sumber Facebook Sekar Bumi Hong Kong)

(Foto-foto dari Sekar Bumi)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *