Karena Sandal Jepit, BMI Tidak Dilayani KJRI Hong Kong

Author

Isi Kecaman BMI Hong Kong terhadap buruknya pelayanan KJRI

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong semakin tidak bersabat dengan Buruh Migran Indonesia (BMI). KJRI sebagai perwakilan pemeritah Indonesia yang ada di Hong Kong  seharusnya membantu warganya yang mengalami kesulitan. Namun nyatanya banyak BMI yang enggan datang karena pasifnya pelayanan yang diberikan KJRI dan kesan pilih-pilih sangat terlihat.

Banyak staff KJRI yang sangat tidak bersahabat terhadap BMI yang datang ke kantor KJRI. BMI sering dibentak-bentak dan  menjadi sasaran emosi mereka. Apalagi jika staff KJRI tersebut mengetahui  BMI tersebut adalah anggota organisasi atau sedang di bantu organisasi, mereka selalu mengatakan “ kita tidak takut, meskipun didemo berkali-kali! Nggak bakal ngaruh”  kata- kata seperti ini sering dikeluhkan beberapa BMI yang kasusnya sedang dibantu oleh ATKI-HK.

Seperti yang dialami oleh Tyas (25) BMI asal Jember yang telah bekerja di Hong kong selama 5 tahun. Pada tanggal 6 April 2012, tepatnya hari kamis Staff KJRI-HK yang bernama Ika, menolak membantu Tyas mengambilkan paspor dan menyuruh dia pergi ke agennya sendiri. Alasanya sejak Tyas masuk ruangan, Ika sudah malas membantu karena melihat pakaian yang dikenakan Tyas dianggap tidak sopan. Hari itu Tyas menggunakan kaos, celana panjang, dan sandal jepit seperti biasa yang dia gunakan untuk libur. Alasan kedua karena Tyas adalah anggota aktif organisasi yang sering demo di depan konsulat.

“ Saya tidak peduli kalau di luar teman mbak banyak dan saya juga tidak peduli kalau mbak sering ikutan demo, tapi kalau masuk sini pakai pakaian yang sopan, ini kantor bukan pasar” begitu kata- kata Ika menurut penuturan Tyas.

Sering sekali staff KJRI mengatakan tidak takut di demo dan selalu mengatakan demo tidak akan merubah keputusan yang telah mereka tetapkan.

Yang jadi pertanyaan adalah, jika BMI yang datang ke KJRI karena kabur dari rumah majikan setelah mendapat perlakuan tidak menyenangkan, haruskah BMI tersebut berpakaian rapi d an bersepatu baru boleh mengadukan masalahnya ke staff KJRI?

Sampai kapan KJRI terus menjaga jarak dengan BMI? Seharusnya KJRI merangkul BMI yang terkena masalah bukannya malah menambah masalah dengan perlakuan cuek yang mereka berikan. KJRI  selalu melakukan intimidasi terhadap BMI yang kritis dan progresif serta menolak untuk melayani mereka.

Sebegini parahnyakah sikap dan perilaku pejabat Negara kita saat ini?

One response to “Karena Sandal Jepit, BMI Tidak Dilayani KJRI Hong Kong

  1. “saya tidak peduli…”
    semoga hanya beliau yg menjadi oknum staff konsulat yang “tidak peduli”. menjadi PNS harusnya menjadi pelayan rakyat dan menghormati rakyat juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *