Berita

PTK Mahnetik Siapkan Pewarta Warga

Author

Kegiatan Pewarta Warga Mahnetik CilacapPewarta warga merupakan konsep pewartaan yang memanfaatkan warga bisa sebagai pengirim sekaligus sumber berita. Keunggulan konsep ini adalah berita atas peristiwa bisa dihadirkan secara cepat ke publik, tanpa repot-repot menunggu pewarta profesional melakukan liputan. Akibatnya, kecepatan menyiarkan peristiwa tidak lagi monopoli wartawan profesional, tetapi diambil alih warga biasa.

Di Indonesia, terjangan tsunami Aceh direkam oleh seorang penduduk menggunakan kamera genggam. Stasiun televisi swasta, Metro TV, menayangkannya berulang-ulang. Saat pesawat Lion Air tergelincir di Bandara Juanda, Surabaya, 4 Maret 2006, Kompas memuat foto utama yang dibuat seorang penumpangnya. Ia memotret penumpang lainnya yang berhamburan panik ke luar pesawat. Bandara yang dijaga ketat aparat keamanan mustahil dapat diakses warga sipil, termasuk wartawan. Bahkan, dalam banyak kasus reporter media massa profesional kalah cepat dibandingkan dengan liputan warga biasa.

Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnetik Cilacap mulai mengembangkan konsep pewarta warga sebagai metode pengelolaan informasi lokal, terutama permasalahan buruh migran. Langkah pertama yang dilakukan adalah bekerjasama dengan portal suarakomunitas untuk melakukan pelatihan. Pada pelatihan pertama (21-22 Februari 2009) ada 30 warga yang terlibat aktif. Kemampuan yang diajarkan, pertama teknik memanfaatkan foto digital saku dan telefon genggam untuk merekam peristiwa. Kedua, latihan berkisah dan bertutur. Teknik ini dilakukan dengan cara menulis peristiwa dan melakukan perekaman suara.

PTK Mahnetik sendiri berupa rumah internet yang bisa diakses oleh warga untuk mendukung proses belajar. PTK menjadi semacam titik askes bagi warga yang ingin berhubungan dengan dunia luar melalui teknologi internet. PTK Mahnetik di Cilacap dikelola oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdatul Ulama (LAKPESDAN NU) Cilacap atas dukungan Microsoft dan Yayasan TIFA Jakarta.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Mereka mulai bercerita tentang lingkungannya, baik yang serius maupun kocak. Lengkapnya bisa diakses di sini. Kelemahan yang sekaligus menjadi keunggulan konsep pewarta warga adalah keragaman cara menulis dan mengabarkan berita yang ada. Setiap warga memiliki cara berkisah dan bertutur sendiri-sendiri yang susah diseragamkan. Bagi saya, jangan bebani warga dengan cara penulisan yang rumit, tapi pentingkan kesadaran mereka untuk berbagi informasi.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.