News

(Bahasa Indonesia) Hal Kecil tapi Penting yang Perlu Dipahami BMI Hong Kong

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Suasana BMI di Hong Kong saat berkumpul di Victoria Park
Suasana BMI di Hong Kong saat berkumpul di Victoria Park

Ada pelajaran-pelajaran kecil tapi penting bagi BMI/TKI yang baru tiba di Hong Kong. Hal-hal kecil seperti memberi makan burung-burung di tempat umum juga perlu diperhatikan. Jangan sampai karena niat yang menurut kita baik (memberi makan burung) malah berbuah denda ribuan dollar Hong Kong.

Minggu (01/06) sembari melihat acara ulang tahun PILAR, saya mendapat cerita dari BMI yang baru selesai potong gaji di Hong Kong. Empat orang BMI itu berasal dari Ponorogo yang diberangkatkan dari PJTKI yang sama, di hari yang sama, agen yang sama, dan libur yang sama setiap minggunya. Dua orang dari mereka kemudian bercerita.

Di daerah sekitar jalanan menuju Tinhau di samping lapangan bola dan Victoria Park yang sering digunakan sebagai tempat nongkrong BMI ini terdapat banyak burung beterbangan yang tak takut pada manusia. Ketika sedang asyik makan, ada burung yang kemudian mendekat. Refleks, BMI tersebut membagi makanannya pada burung-burung yang ada disekitarnya. Melihat burung-burung itu menikmati makanan dengan lahap, mereka berdua pun tambah semangat memberi makan dan akhirnya banyak burung yang mendekati mereka untuk ikut makan.

Ketika kursi dan area sekitar kaki mereka dikelilingi oleh burung-burung yang sedang makan, mereka semakin asyik menebarkan makanan untuk burung itu. Tapi yang terjadi berikutnya di luar dugaan yang mereka kira. Seorang perempuan berpakaian hitam mendekati mereka dan meminta KTP atau Hong Kong ID untuk diserahkan. Mereka dinyatakan bersalah karena memberi makan burung-burung yang ada di sekitar lapangan tersebut.

Mereka diberi kertas berisi pelanggaran dan jumlah denda yang harus mereka tanggung. Masing-masing orang mendapat denda HK $1500 dan pembayaran denda bisa dilakukan melalui kantor pos atau bank yang telah ditunjuk. Mereka tentu kaget dan tak menyangka jika niat baik memberi makan burung akan berbuah denda. Jumlah denda yang harus ditanggung pun tak sedikit, HK$1500 jika dirupiahkan akan mencapai Rp 2.280.000 (kurs saat ini).Majikan mereka sama sekali tak tahu kalau mereka melanggar aturan Hong Kong dan membayar sejumlah denda.

“Takut nanti diinterminit (PHK), kami akhirnya nggak ngomong,” jawab mereka.

Perlu diketahui bersama bahwa Hong Kong sangat ketat dalam mengawasi populasi burung. Banyak sekali tempat-tempat yang menjadi sarang burung dan ini berimbas pada banyaknya kotoran burung yang menyebar di mana-mana. Tahun 1997 Hong Kong pernah dilaporkan sebagai tempat pertama kali ditemukannya kasus flu burung, 6 orang meninggal ketika itu. Disusul kasus di tahun 2000 ketika virus SARS mampir di Hong Kong.

Di tahun 2008 Hong Kong merebak lagi kasus flu burung, Hong Kong memusnahkan 90.000 unggas di tahun tersebut dan di tahun berikutnya Hong Kong menjadi langganan kasus virus unggas. Belajar dari kasus-kasus tersebut, Hong Kong tak ingin lagi kecolongan dan terus mengawasi keberadaan unggas atau burung liar. Termasuk memberi denda bagi orang yang memberi makan burung karena dikawatirkan burung-burung ini akan terus beranak pinak dan bisa jadi membawa virus baru nantinya.

Bagi kawan-kawan BMI/TKI yang melihat burung di mana saja, jangan memberi makan ke burung-burung tersebut. Lebih baik menghindari. Begitu juga saat melihat kotoran burung, lebih baik menjauh jika tak mau terkena virus yang dibawa oleh burung.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.