Berita

KLB SBMI: Mengembalikan Entitas Perjuangan BMI

Author

Keresahan Anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di pelbagai daerah terkait kinerja Dewan Pimpinan Nasional (DPN), mengerucut pada penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Desa Jombok, Malang, Jawa Timur (15-17/10/2012). KLB SBMI tersebut dihadiri sekitar 60 pegiat DPW dan DPD SBMI dari pelbagai daerah di Indonesia dan dua anggota Dewan Pertimbangan SBMI Jejen Nurjanah dari Sukabumi dan Castra Aji S dari Cirebon.

KLB SBMI sendiri fokus pada upaya menata kembali kerja organisasi yang tengah berada dalam situasi krisis akibat penyelewengan mandat organisasi oleh beberapa pengurus DPN. KLB yang digelar selama tiga hari tersebut selain mengagendakan sidang dan forum pertanggungjawaban, juga menjadi ajang refleksi keorganisasian SBMI.

Suasana Forum KLB SBMI
Suasana Forum KLB SBMI

“Menurut saya ini bukan semata persoalan konflik, tetapi persoalan seperti tidak bisa kerja bersama antara Ketua dan Sekjen (DPN SBMI) berdampak sampai ke daerah, banyak posisi pegiat di daerah yang menggantung dan kondisi itu menyebabkan banyak penyelewengan terjadi. Nah itu yang membuat teman-teman (pegiat SBMI) yang masih berada di jalurnya dan ingin organisasi ini tetap menjadi organisasi yang murni untuk perjuangan buruh migran, merasa SBMI tidak bisa dibiarkan dalam kondisi seperti ini. Mereka mendesak Dewan Pertimbangan untuk menggelar KLB. Di tengah persoalan buruh migran yang terus ada saat ini, kalau hal ini dibiarkan (kondisi internal SBMI), maka SMBI tidak akan maju, dan tidak bisa menjadi wadah bagi aspirasi teman-teman buruh migran.” tutur Dina Nuriyati pegiat generasi awal SBMI yang hadir dalam kongres luar biasa.

Lebih tegas, Mochammad Cholily dari DPW SBMI Jawa Timur menyampaikan, SBMI harus dibersihkan dari pelbagai tindak korupsi dan aksi ‘koboi’ yang justru merugikan buruh migran. Oknum di DPN SBMI yang terbukti secara hukum melakukan pelanggaran tersebut, dapat diproses pula secara hukum agar ada efek jera bagi para pelaku.

“KLB ini sebenarnya bukan sesuatu yang kita harapkan, tetapi melihat fakta-fakta yang telah disampaikan pegiat SBMI di pelbagai daerah dan dua kali koordinasi yang dilakukan Dewan Pertimbangan dengan kepengurusan di DPN di Jakarta untuk meminta klarifikasi, maka kita melihat bahwa telah ada pelanggaran-pelanggaran AD/ART di DPN SBMI, sehingga kami bersepakat mengadakan KLB.” ungkap Jejen Nurjanah, salah satu anggota Dewan Pertimbangan SBMI.

Semangat SBMI sebagai sebuah organisasi besar yang menaungi kepentingan buruh migran harus didukung oleh banyak pihak. Semangat perubahan dan pembenahan di tubuh SBMI sangat tampak dari puluhan pegiat dari pelbagai daerah yang datang ke forum KLB SBMI secara swadaya. DPD SBMI Malang selaku panitia KLB bekerja keras menggalang donasi hingga terkumpul dana sebesar 5 juta rupiah untuk membiayai KLB. Sebuah nominal yang sekilas nampak kecil tersebut, memiliki nilai semangat yang luar biasa demi perjuangan entitas BMI.

 

Keresahan Anggota Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di pelbagai daerah terkait kinerja Dewan Pengurus Nasional (DPN), mengerucut pada penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Desa Jombok, Ma1ang, Jawa Timur (15-17/10/2012). KLB SBMI tersebut dihadiri puluhan pegiat dari DPW dan DPD SBMI dari pelbagai daerah di Indonesia.

Tulisan ini ditandai dengan: SBMI serikat buruh migran indonesia smbi 

Satu komentar untuk “KLB SBMI: Mengembalikan Entitas Perjuangan BMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.