Dirawat di Yogyakarta, Maria Ditolak BPJS Ketenagakerjaan

Author

Kondisi Terkini Maria, Penglihatannya Belum Membaik Meski Kulitnya Sudah Mulai Membaik
Kondisi Terkini Maria, Penglihatannya Belum Membaik Meski Kulitnya Sudah Mulai Membaik

Maria, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkena Stevens-Johnson Syndrom memilih melakukan perawatan di Yogyakarta dengan pertimbangan biaya hidup yang lebih murah dibandingkan Jakarta. Rumah sakit yang pertama dituju Maria setiba di Yogyakarta adalah RSUD Sardjito. Selama dua minggu di Sardjito, tidak ada tindakan apapun terhadap mata Maria. Dokter di sana tiba-tiba menyatakan menyerah dengan kondisi matanya. Setelah itu keluarga memutuskan untuk membawa Maria ke rumah sakit Bethesda di Yogyakarta juga.

“Hasil pemeriksaaan di Bethesda, kornea, pupil, lensa mataku semua jadi satu, lengket. Jadi semua harus dibebaskan dan dibuka satu persatu agar tidak saling menempel,” ujar Maria.

Dokter di Bethesda menyatakan bahwa mataku sangat kering sekali serta diharuskan melakukan cangkok mata. Maria mencoba pergi ke BPJS Ketenagakerjaan di Yogyakarta untuk mengurus pembiayaan tentang penyakitnya apakah dapat dicover BPJS. BPJS Ketenagakerjaan mengatakan tidak bisa menanggung biaya Maria, karena Maria tidak mengalami kecelakaan kerja seperti ditabrak, dipukul atau dianiaya.

Sampai berita ini diturunkan, Maria masih melakukan kontrol ke rumah sakit Bethesda sambil menunggu kornea mata yang ia pesan dari Nepal. (Baca juga:Keracunan Obat, Pekerja Migran Ini Terkena Stevens-Johnson Syndrom). Sebelum operasi pencangkokan kornea mata, ia harus melakukan tiga kali operasi dari pembersihan mata, pengangkatan plastik, dan selaput membran. Maria membutuhkan dana untuk biaya operasi yang tidak sedikit.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *