Pemulangan Jenazah Sunarto, PMI Asal Pondok yang Meninggal di Malaysia

Author

Sunarto merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pondok, Babadan, Ponorogo yang  meninggal akibat kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 17/11/2018 di Malaysia. Selanjutnya, Jenazah Sunarto telah dipulangkan ke Indonesia oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI Kuala Lumpur) pada hari Senin, 19/11/2018 jenazah dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia. 

 

“Berkat kerja sama yang baik dari semua stakeholder (pihak berkepentingan.red), maka pemulangan jenazah Sunarto berjalan lancar,” ujar Bedianto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo saat ditemui pada Senin (19/11/2018) di rumah duka.

 

Sunarto sempat dirawat di rumah sakit Tuanku Ja’afar Seremban hingga akhirnya meninggal dunia pada 17/11/2018 sekitar pukul 4 pagi waktu setempat. Diketahui, Sunarto yang lahir pada 6 Agustus 1970, berangkat bekerja di Malaysia sejak 2 bulan terakhir setelah cuti. Ia meninggalkan seorang istri, Suyati (46) dan 3 orang anak, Ayu (19), Amelia (14 ), dan Achmad (10). Pada saat proses pemulangan jenazah Sunarto, Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Desa Pondok bersama keluarga membantu berkomunikasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja(Disnaker) Ponorogo, Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Madiun dan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya. 

 

Pada awalnya keluarga mengalami kesulitan bagaimana caranya membawa jenazah dari Bandara Juanda sampai ke rumah duka. Anggota KOPI Pondok kemudian mendatangi keluarga ke rumah duka dan memberi saran agar keluarga menggunakan fasilitas pemerintah, yaitu bantuan ambulan gratis untuk penjemputan jenazah ke bandara. Saran KOPI Pondok diapresiasi pihak keluarga. Akhirnya KOPI Pondok langsung berkoordinasi dengan pihak pemerintahan desa untuk meminta surat keterangan domisili bahwa Sunarto adalah benar-benar warga Desa Pondok, dan meminta surat permohonan ambulan gratis kepada LP3TKI di Surabaya. 

 

Minggu sore, sekitar pukul 19.00 WIB surat selesai dibuat oleh pemerintah desa. Surat langsung dikirim beserta dokumen-dokumen dari rumah sakit tempat Sunarto dirawat dan dokumen dari KBRI yang ada di Malaysia lewat WhatsApp pada Kepala P4TKI Madiun. Saat itu juga pihak P4TKI langsung merespon dan memberi jawaban kepada KOPI Pondok bahwa siap membantu memfasilitasi pemulangan jenazah. Pada malam hari sekitar pukul 22.00, melalui KOPI keluarga dicarikan travel ke bandara Juanda untuk menjemput jenazah serta pendampingan jenazah saat pulang dari Bandara sampai ke rumah duka.

 

Sekitar pukul 15.30 WIB, jenazah Sunarto tiba di rumah duka dengan ambulan bantuan gratis dari pemerintah yang didampingi oleh P4TKI Madiun, LP3TKI Surabaya serta Kepala Disnaker Ponorogo dan jajarannya. Sore itu terjadi serah terima antara dinas terkait dengan keluarga yang berjalan lancar. Akhirnya jenazah pun disholatkan dan dimakamkan di tempat pemakaman setempat.

 

Kulo atas nama wakil keluarga ngaturaken matur suwun engkang kathah dhumateng panjenengan lan rencang-rencang, umpami mboten panjenengan bantu, pihak keluarga inggih bingung ngurusi wonten Bandara (Saya atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Anda dan teman-teman. Umpama Anda tidak membantu, pihak keluarga bingung mengurusi di bandara),” ungkap Suntrimo, kakak korban kepada anggota KOPI Pondok. Komunitas Pekerja Migran Indonesia (KOPI) Desa Pondok saat ini hanya memfasilitasi pemulangan jenazah saja, namun bisa juga membantu memfasilitasi pengurusan asuransi di Luar negeri.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *