Panduan

Panduan Menulis Singkat & Gampang

Author

Teman-teman semua, pada edisi  kali ini Buletin Komunitas Serantau akan memberikan panduan gampang dan mudah menulis bagi penulis pemula.  Jangan pikirkan dulu tentang tulisan formal dan infomal, kata-kata baku dan non baku dalam penggunaan kata. Jangan pikirkan juga tentang rumit atau tidaknya sebuah tulisan. Pertama, yang perlu sobat semua semua ketahui, ada satu rumus yang banyak digunakan wartawan kebanyakan, yaitu rumus 5W+1H (What, When, Where, Who, Why dan How). Langsung saja kita simak ulasan berikut ini yuk  :

1. What = Apa

What di sini kita harus menentukan apa objek yang akan kita tanyakan terhadap narasumber kita. Tentukan topiknya dulu, misal tentang kejadian gempa dan tsunami di Palu dan Donggala baru-baru ini.   Contoh : “Apa yang sedang terjadi di tanah Palu dan Donggala?” Jawabannya adalah Gempa bumi dan Tsunami.

2. When = Kapan

When perlu dikaitkan dengan “what”. Contoh : “Kapan kejadian gempa dan tsunami tersebut?”  Jawabannya adalah kejadian gempa dan tsunami berlangsung pada 28 September 2018 sekitar pukul 17.02 WIB, tak lama kemudian  disusul oleh tsunami.

3. Where = Di mana (lokasi)

Setelah waktu terjawab, sambunglah dengan menanyakan tempat (where)  atau di mana kejadian tersebut berlangsung. Contoh : “Di mana kejadian gempa bumi dan tsunami terjadi?”  Jawabannya adalah gempa dan tsunami terjadi di Palu dan Donggala.

4. Who = Siapa

Dari tempat atau lokasi kejadian, penulis bisa langsung mencari pelaku/orang terlibat/korban (who) yang terkait dengan topik dan pertanyaan sebelumnya. Contoh : “Siapa yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala?” Jawabannya adalah masyarakat lokal dan pendatang.  

5. Why dan How = Kenapa dan Bagaimana

Rumus  terakhir ini sangat bersangkut paut. Kita harus menjelaskan kenapa (alasan dan penyebab) terjadinya sesuatu, misalnya  bencana tersebut. Kita bisa juga menggali bagaimana kronologi kejadiannya. Sebisa mungkin susunlah kata-kata yang saling bersangkut paut, runut, runtut. Informasi baiknya disajikan serinci dan sejelas mungkin guna menjelaskan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Dari jawaban-jawaban pertanyaan di atas kita bisa menyusun sebuah tulisan dengan topik gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Sebenarnya, menulis sangatlah mudah dan gampang asal kita ada kemauan dalam berusaha dan berkarya. Semoga panduan yang kami sampaikan  bermanfaat teman-teman pembaca Buletin Serantau kali ini.

Tulisan ini ditandai dengan:menulis berita Panduan Menulis panduan pekerja migran 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.