* Berita

Rayakan Hari Buruh, Komunitas Serantau Adakan Diskusi

Author

Komunitas Serantau Mengadakan Kumpul dan Sharing Bersama di Hari Buruh
Komunitas Serantau Mengadakan Kumpul dan Sharing Bersama di Hari Buruh

Komunitas Serantau mengadakan kumpul bersama Buruh Migran Indonesia (BMI) di Malaysia untuk memperingati Hari Buruh Internasional tahun 2017. Acara berlangsung di Taman Botani Tasik Perdana (Kuala Lumpur), Senin (01/05/2017) pukul 11.00-selesai. Acara dibuka oleh pembawa acara yang merupakan anggota Serantau dan dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing hadirin. Selanjutnya, acara diisi dengan sharing mengenai hak-hak buruh migran atau pekerja migran yang sebagian besar masih belum banyak diketahui.

Peringatan Hari Buruh Internasional ini dihadiri oleh Lindu Livan, salah satu anggota dari Malaysian Trades Union Congress (MTUC). Ia turut berbagi pengetahuan mengenai hak-hak pekerja migran seperti kerja bagi pekerja 8 jam/hari atau 48 jam/minggu, gaji pokok RM1.000.00, rate overtime 1,5 untuk hari biasa, 2x lipat untuk hari minggu dan 3x lipat untuk hari libur.

“Jika majikan tidak memberikan overtime sesuai peraturan perburuhan di Malaysia, berarti majikan tersebut telah melanggar undang- undang dan bisa dilaporkan ke jabatan buruh,” tutur Lindu livan
Lindu juga berbagi pengetahuan mengenai bagaimana seorang buruh bisa mendapatkan hak-hak yang memang seharusnya dimiliki seorang buruh. Di akhir acara, para pekerja migran memberikan komentar dan harapan untuk buruh migran di Hari Buruh Internasional 2017.

Desi Lastati, Pekerja migran di Malaysia berharap agar pekerja mempunyai kemerdekaan untuk mendapatkan cuti, terutama bagi pekerja rumah tangga.   “Buruh migran atau pekerja migran bukan alat-alat atau mesin, mereka butuh untuk istirahat. Pekerja rumah tangga kadang tidak memiliki jam kerja yang tepat dan bahkan sampai 16 jam atau lebih,” ungkap Desi Lastati.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *