+62274 372378 | redaksi[at]buruhmigran.or.id | Twitter: @infoburuhmigran

PUSAT SUMBER DAYA BURUH MIGRAN Rujukan Informasi Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) – Saling Belajar, Berbagi, dan Melindungi

Kisah Buruh Migran Sugeng dan Usaha Penangkaran Burung

Usaha Penangkaran Burung yang Dirintis Sugeng
Usaha Penangkaran Burung yang Dirintis Sugeng

Usaha penangkaran burung belum begitu dikenal oleh penduduk di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Meski demikian, hal tersebut tak menyurutkan niat Sugeng Haryono untuk memulai usaha penangkaran burung. Bermodal uang yang didapat dari bekerja menjadi buruh migran di Korea Selatan, laki-laki yang beralamat di Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar  memulai usahanya sekembali dari negeri gingseng.

“Saya pulang dari Korea tahun 2013, dua hari setelah tiba dirumah, saya langsung merencanakan membuat tempat penangkaran burung di belakang rumah,” tutur Sugeng memulai cerita.

Usaha yang dilakoni ternyata tak semudah yang dibayangkan oleh Sugeng. Selain terkendala modal usaha, ia juga belum berpengalaman dalam menjalani usahanya. Diakui oleh Sugeng, dalam kurun waktu tahun 2013-2014, proses pembelajaran usaha masih berlangsung.

“Satu tahun pertama, usaha saya belum menampakkan hasil. Saya terus berproses mengatasi kendala, seperti belajar membuat pembibitan yang bagus,” ungkap Sugeng.

Kini usahanya mulai menampakan hasil, tak kurang dari 4 jenis burung yang  ada di penangkaran banyak dilirik oleh warga di lingkungannya. Pemasaran burung juga dilakukan di luar Gumelar, seperti ke daerah Majenang, Sidareja, dan Karangpucung. Sugeng menuturkan bahwa awalnya dia hanya menangkar 27 pasang burung yang terdiri dari burung Goci, Kacer, Jalak Suren, Murai. Sekarang sudah ada lebih dari 40 pasang burung berada di 73 kandang penangkarannya.

Usaha penangkaran burungnya ia beri nama H&H, inisial dari nama anaknya Hiera & Hiero. Untuk harga jual tiap burung, Sugeng mematok harga sesuai dengan usia burung. Jenis Murai yang sudah bisa makan sendiri dihargai 2,5 juta dan jenis Jalak dihargai 350 ribu. Sugeng memulai bisnis ini bukan tanpa perencanaan. Satu tahun terakhir menjelang pulang ke Indonesia, ia sudah merencanakan usaha dan menabung demi mewujudkannya. Menurut Sugeng, memang sempat ada rasa takut pada awal memulai usaha, tetapi ia meyakinkan diri untuk memulainya. Sobat buruh migran yang ingin mendapat cerita lengkap dari Sugeng dan belajar mengenai usahanya bisa menghubungi  Sugeng Haryono di 082226985789.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with * symbol

Name *
Email *
Website *
Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>