Berita

Kerja Sama SBMI – IOM, Dampingi Korban Perdagangan Orang

Author

Gambar saat penyerahan dana reintegrasi oleh Ketua Umum SBMI, Erna Murniaty (kanan) kepada Iis Aisyah (kiri)
Gambar saat penyerahan dana reintegrasi oleh Ketua Umum SBMI, Erna Murniaty (kanan) kepada Iis Aisyah (kiri)

Selasa (23/07/13), Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Buruh Migran Indonesia (DPN SBMI) Erna Murniaty mengunjungi Iis Aisiyah, mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) di Mesir yang pernah mengalami kasus perdagangan orang (Trafficking).

Bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM), DPN SBMI turut mendampingi korban perdagangan orang melalui program reintegrasi. Melalui program reintegrasi, DPN SBMI menyiapkan rencana wirausaha yang akan dijalani Iis Aisiyah.

Iis Aisiyah, korban perdagangan orang asal Serang, Banten menerima bantuan dana program reintegrasi berupa bahan dagangan warung sembako dan permainan anak-anak. Dana Reintegrasi korban perdagangan orang (Trafficking) diberikan kepada Iis Aisiyah dalam dua periode. Bantuan pertama diberikan pada April 2013 berupa barang dagangan warung sembako, dan kedua pada Juli 2013 berupa bahan dagangan sembako dan mainan anak-anak.

“Kami sangat berterima kasih dan bersyukur, modal usaha yang telah diberikan sangat sesuai dengan keinginan saya. Pasti akan banyak anak-anak yang membeli mainan, lebih-lebih saat Hari Raya Idul Fitri,” tutur Iis.

Menurut Iis, menjual mainan anak-anak sangatlah menguntungkan, apalagi lagi menjelang perayaan Idul Fitri 1434 H. Saat lebaran anak-anak di kampungannya akan banyak mendapatkan uang saku, jadi kemungkinan besar banyak yang akan membeli mainan anak-anak.

“Ide usaha yang diusulkan Iis itu sangatlah masuk akal dan bisa menambah penghasilan keluarga sehari-hari, oleh sebab itu, kami menyetujui apa yang direncanakan dan diusulkan Iis agar dapat diwujudkan melalui program reintegrasi. SBMI akan terus memantau dan mendampingi perkembangan usaha yang saat ini mulai dikelola Iis,” tutur Erna Murniaty.

Program reintegrasi merupakan bantuan untuk pemulihan ekonomi bagi korban perdagangan orang. Program ini membantu para korban yang gagal dalam bekerja di luar negeri untuk kembali terhubung dengan lingkungan sekitar, membangun usaha dan pekerjaan baru, serta mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Dengan bantuan ini, Iis bisa membantu saya untuk menghidupi keluarga. Selama ini Saya harus menghidupi 5 orang, yakni Iis sendiri, dua mertua Saya, dan satu anak. Saya bersyukur, karena sebelumnya Saya hanya mengandalkan pemasukan untuk keluarga dari bekerja sebagai karyawan dealer motor, itupun gaji saya harus dipotong untuk bayar angsuran motor yang saya gunakan bekerja sehari hari.” pungkas Irfan, suami Iis.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.