Tertipu Calo TKI, AG Putus Kuliah

Author

Ilustrasi Calo, Karya Irvan Muhammad
Ilustrasi Calo, Karya Irvan Muhammad

Janji muluk dengan gaji besar dan lingkungan kerja nyaman serta berbagai cerita sukses dari negeri seberang membuat banyak warga kita menjadi korban calo dan Perusahaan penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) nakal. Salah satunya adalah AG (nama samaran),  pemuda berusia 20 tahun ini  rela meninggalkan bangku kuliah ketika ia mendapatkan tawaran bekerja di luar negeri dengan gaji menggiurkan.

Mulanya salah seorang paman jauh AG baru beberapa hari pulang dari Taiwan. Sang paman membawa cerita dan pengalaman suksesnya bekerja di Taiwan. Cerita tersebut membuat hati AG tergiur dan memantapkan niatnya untuk bekerja ke Taiwan.

Gayung bersambut, setelah AG mengenal pria berinisial KA, salah satu kenalan paman AG, yang mengetahui salah satu PPTKIS yang bisa menempatkan AG bekerja di sebuah perusahaan farmasi.  Kemudian AG menyetor biaya penempatan sebesar Rp. 2.500.000,- kepada KA.

Dalam kurun 6 bulan setelah AG menyetor sejumlah uang kepada KA, AG belum juga diberangkatkan ke luar negeri dan mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkannya. Merasa curiga, AG mendatangi PPTKIS tempatnya mendaftar. Ternyata, keberadaan PPTKIS tersebut sudah tidak lagi beroperasi dan pegawainya lari ke daerah lain. AG tertipu, sirnalah harapannya bekerja di Taiwan.

Seharusnya AG sekarang duduk di semester 7. Akibat tertipu calo, AG merasa minder dan mengurangi jam bergaulnya dengan teman-teman sebayanya. Padahal Ag dulunya dikenal sebagai pemuda yang ramah dan banyak teman. Sampai saat ini Agpun trauma dengan tawaran kerja keluar negeri.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *