Berita

Bahas Buruh Migran Lewat Diskusi Kampung

Author

Diskusi Kampung di Sidareja

Keberadaan buruh migran di Kabupaten Cilacap sangat strategis sebagai penyumbang devisa bagi perekonomian daerah. Sayang, buruh migran belum mendapat perhatian yang cukup sehingga mereka dapat lebih produktif dan berdaya.

Masalah keterbatasan pengetahuan, penguasaan teknologi, jaringan kerja, dan perlindungan hukum masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh para buruh migran. Demikian pokok masalah yang akan dibahas dalam Diskusi Kampung bertajuk Pemberdayaan Buruh Migran melalui Penguasaan Teknologi Informasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Cilacap bekerjasama dengan Yayasan Tifa Jakarta dan Microsoft Indonesia.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh akan dilaksanakan Selasa (5/5/2009) di Pendopo Kecamatan Sidareja. Narasumber yang akan berbagi pengetahuan adalah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Cilacap, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cilacap, Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), TIFA Foundation Jakarta, dan Microsoft Indonesia.

Menurut Ahmad Muttaqin, Koordinator Program Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnetik, permasalahan yang dihadapi oleh buruh migran asal Cilacap selama ini adalah penyekapan, penyiksaan, tidak dipenuhinya hak dan lain-lain. Selain itu ada penipuan-penipuan terhadap para calon buruh migran.

“Permasalahan utamanya terletak pada minimnya pengetahuan dan sumber daya dari para buruh migran kita. Pengetahuan akan akses informasi dan komunikasi yang mestinya menjadi pengetahuan dasar juga masih jarang di kuasai. Pemerintah sendiri belum memiliki layanan informasi yang baik,” ujarnya.

Lewat Diskusi kampung ini LAKPESDAM berharap bisa (1) teridentifikasinya persoalan yang terjadi di masyarakat terkait keluarga buruh migran, calon dan atau eks buruh migran, (2) Adanya pemahaman tentang prosedur legal pendaftaran dan pemberangkatan buruh migran maupun calon buruh migran, sehingga tidak mudah tertipu calo, (3) masyarakat mengerti adanya program peningkatan kapasitas keluarga, calon, dan buruh migran dalam pengelolaan informasi berbasis teknologi informasi melalui Pusat Teknologi Komunitas Mahnetik.

Lewat Diskusi Kampung, persoalan yang terkait dengan masalah buruh migran akan dikupas tuntas. Ikut! (Akhmad Fadli)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.