Strategi Merintis Usaha Bagi TKI

Ilustrasi: TKI harus bisa mengelola uang hasil kerja, serta memiliki rencana untuk membangun usaha.

Ilustrasi: TKI harus bisa mengelola uang hasil kerja, serta memiliki rencana untuk membangun usaha.

Keputusan TKI untuk bermigrasi ke luar negeri demi meningkatkan taraf hidup keluarga, terkadang tidak disertai dengan visi misi yang jelas. Keberangkatan TKI ke luar negeri sering kali terbatas pada tujuan perbaikan rumah atau menyekolahkan anak-anak, tanpa memiliki rencana untuk menyusun perhitungan jangka waktu bekerja dan rencana investasi atau usaha setelah purna.

Penting bagi TKI untuk mulai menata rencana pembangun usaha, sebagai bekal saat tidak lagi bekerja di negeri orang. Berikut beberapa tips yang bisa digunakan, sebagai strategi TKI dalam mempersiapkan rintisan usaha di kampung halaman:

Mengumpulkan modal usaha

Proses merintis suatu usaha, tentu akan membutuhkan modal dalam bentuk uang. TKI sedari dini sudah harus mengatur alokasi keuangan, agar bisa disisihkan untuk modal investasi masa depan. Besarnya uang yang ditabung untuk investasi, bisa berkisar antara 10-20% dari penghasilan yang didapat tiap bulan. Uang hasil keringat tersebut, bisa ditabung ataupun diinvestasikan dalam bentuk emas. Apabila proses pengumpulan modal usaha ingin dilakukan di kampung halaman, pastikan bahwa pemegang amanah bisa menjaga dana dengan baik.

Menemukan bentuk usaha yang tepat

Tahap paling esensial/ penting dalam merintis sebuah usaha adalah menentukan jenis atau bentuk usaha yang akan dijalankan. Seperti kutipan yang diambil dari Sulitnih.wordpress.com bahwa suatu usaha harus memiliki output/ keluaran berupa produk mapun jasa. Usaha yang menghasilkan produk, mencakup obyek secara fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan ide yang dapat dipergunakan oleh konsumen atau pembeli, sedangkan jasa merupakan aktivitas maupun kemahiran yang dapat ditawarkan bagi konsumen.

Contoh usaha berbasis produk misalnya merintis usaha warung kopi, toko kelontong, kerajinan tangan, toko kue atau toko pakaian. Contoh usaha berbasis jasa bisa berbentuk seperti pembangunan pabrik konveksi pakaian, bengkel motor, rental mobil, laundry kiloan, jasa ojek, dll.

Melihat kebutuhan, kegemaran, dan potensi sekitar

Jenis usaha yang akan dijalankan, sebaiknya mementingkan aspek lingkungan dan kondisi dari tempat usaha tersebut. Contohnya mendirikan usaha toko kelontong di desa yang letaknya jauh dari pasar, atau mendirikan pabrik manisan salak jika desa Anda terkenal dengan potensi buah salak. Hal terpenting adalah memiliki kemampuan, untuk peka terhadap potensi pasar yang akan dijadikan sasaran konsumen. Inspirasi juga bisa dicari melalui internet, ataupun konsultasi kepada ahli maupun pengusaha di desa Anda.

Kerja keras dan pantang menyerah

Kesabaran dan kerja keras merupakan kunci kesuksesan dalam membangun usaha. Ada kalanya usaha Anda mengalami pasang surut maupun kegagalan. Jangan takut untuk terus mencoba dan persiapkan segala kemungkinan sedari dini.

Apabila Anda butuh masukan maupun tips terkait membangun bisnis dan investasi, kirimkan pertanyaan melalui Ruang Konsultasi TKI di laman muka portal buruhmigran.or.id – rubrik ini diasuh oleh Yohanes B Wibawa selaku Direktur IWORK sekaligus Praktisi Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Credit Union.

 

 

 

About Cindy Nur Fitri

Tim penerjemah konten di redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Pegiat yang menempuh pendidikan strata 1 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini juga menjadi pengajar di kelas belajar bersama Bahasa Inggris pegiat infest Yogyakarta.
This entry was posted in Ekonomi, Konsultasi Ekonomi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.