Berita

Balai Karantina Pertanian Sita Produk Hortikultura TKI NTB

Author

MATARAM – Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tahun 2011 ini menyita sekitar 40 kilogram produk hortikultura dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang melalui bandara Internasional Lombok. Hal tersebut terjadi karena mereka dinilai melanggar peraturan pemerintah.

“Kita telah menyita sekitar 40 kg produk hortikultura dari TKI yang pulang melalui bandara, berupa jenis buah-buahan sebanyak 13,5 kg, cabai besar, bawang merah dan putih 9 kg,  biji kopi 2 kg,  benih kacang panjang dan kangkung 1,525 gram, serta 15 bibit adenium (baca:bunga kamboja)”, kata Nunik Haryati, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram.

Menurut Nanik, sebagian besar produk holtikutura disitia dari para TKI yang pulang kampung dari Malaysia melalui bandara. Penyitaan dilakukan karena bandara di NTB bukan merupakan pintu masuk untuk komoditas impor. “hal ini melanggar ketentuan UU pasal 5 Nomor 16/1992 tentang Karantian Hewan, Ikan dan Tumbuhan”, jelas Nanik.

Nanik menyebutkan, pemerintah Indoensia telah menetapkan sebanyak tujuh pintu masuk berbagai jenis produk impor yang masuk katagori komoditas Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), yakni bandara Ngurah Rai, Soekarno Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Batam dan Makasar.

Para TKI yang membawa komoditas hortikultura tersebut memang tidak diberikan sanksi, namun apakah petugas juga sudah menyampaikan kepada mereka tentang mekanisme pemeriksaan dan pembebasan barang karantina sesuai ketentuan perundang-undangan?.  Sehingga yang terjadi di Bandara bukan sekadar tindakan asal sita dan karantina. TKI sesuai UU No. 16/1992 juga punya ruang untuk membebaskan barang karantina jika pemeriksaan tidak menunjukkan hama, penyakit, dan organisme pengganggu yang berbahaya.(rasidibragi/ari)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.