News

(Bahasa Indonesia) Potensi Ekonomi Daerah Bagi BMI Banyumas

Author

BANYUMAS. Banyumas, seperti juga kabupaten lainnya di Jawa Tengah, termasuk kabupaten dengan potensi pertanian yang cukup lumayan. Kelapa, kapolaga, jahe dan hasil pertanian lainnya, banyak dihasilkan kecamatan-kecamatan di Banyumas. Tak ketinggalan juga potensi-potensi peternakan seperti peternakan sapi dan kambing.

Produk –produk pertanian itu dimata petani dianggap sepele karena memang harganya cukup murah. Sebagian besar BMI yang bekerja di luar negeri, sebenarnya mempunyai tanah di kampungnya. Namun penghasilan pertanian itu tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Peternakan juga masih dikerjakan sebagai pekerjaan sampingan.

“Dibutuhkan daya kreasi, agar produk pertanian di sini bisa menjadi penutup kebutuhan ekonomi,” kata Narsidah, pegiat SERUNI Banyumas.

Mereka mengeluhkan rendahnya harga kelapa, dan juga komoditi pertanian lainnya. Hal itu disampaikan para perempuan eks pekerja migran di desa Paningkaban, saat mengikuti diskusi kampung dalam rangka penguataan ekonomi bersama, Sabtu (3/3/2012).

Dalam waktu sekitar satu jam, mereka berdiskusi, bagaimana buah kelapa yang murah itu bisa menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Sehingga ada wacana untuk bersama-sama mengolah sendiri kelapa itu untuk dijadikan minyak ‘klentik’.

Minyak ‘klentik’ adalah minyak kelapa yang diolah secara tradisional. Minyak jenis ini sebenarnya mempunyai peluang pasar yang cukup lumayan. Namun sempat punah, saat minyak curah, yang diolah pabrik memenuhi pasaran masyarakat.

“Potensi ini bisa dikembangkan lagi untuk meningkatkan nilai ekonomi buah kelapa, dengan inovasi yang cerdas. Nanti kita coba minta bantuan teman-teman dari fakultas Biologi Unsoed, untuk memberitahukan kepada kita agar minyak ‘klentik’ bisa bertahan lama..” sambung Narsidah.

Belum ada komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.