Antisipasi Demam Berdarah Dengue, Pemdes Jatinom Lakukan Pengasapan Insektisida

Author

Memasuki musim penghujan, Pemerintah Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro Blitar melakukan pengasapan insektisida (fogging) untuk menghindari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pengasapan dilakukan pada Selasa (1 dan 8 Desember 2020) di seluruh wilayah Desa Jatinom. Sebelumnya, sudah ada tiga warga Desa Jatinom yang terkena demam berdarah. Selain pemdes, seluruh kader kesehatan dan aktivis desa saling bahu membahu untuk melakukan pengasapan.

Koordinasi awal dilakukan pada pukul 05.00 WIB dengan titik kumpul di kantor desa. Kemudian, seluruh kader berpencar ke masing-masing titik pengasapan. Mereka mengajak warga untuk segera keluar rumah dengan tetap memakai masker, menutup makanan dan minuman, serta mengeluarkan binatang peliharaan di rumah.

Sutalmi, bidan dan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Desa Jatinom mengatakan bahwa cara efektif untuk mencegah demam berdarah ialah dengan pemberantasan sarang nyamuk. Cara yang sudah banyak diketahui ialah melalui 3M: menguras, menutup, dan mengubur. Menurut Sutalmi, di Desa Jatinom sudah ada 10 kader Jumantik yang aktif menyosialisasikan cara menghindari DBD. Para kader ini juga melakukan pengecekan jentik di kamar mandi, tampungan air, hingga vas bunga dan tempat minum hewan peliharaan.

“Mengajak dan menyadarkan warga tidak semudah memberitahu keluarga sendiri. Biasanya warga akan sadar jikalau di wilayahnya sudah ada yang terserang DBD, lalu meminta pengasapan. Sebenarnya, pengasapan hanyalah mematikan nyamuk saja, tetapi jentik dan telur bisa terus menetas,” terang Sulatmi.

Pengasapan DBD di wilayah Desa Jatinom dilakukan dua kali dengan jeda waktu seminggu. Sejujurnya, pengasaran insektisida juga mempunyai efek negatif seperti mengganggu pernapasan. Terlebih bagi orang yang mempunyai riwayat sesak napas. Untuk itu, kader kesehatan sebagai penyambung lidah warga tetap semangat untuk menyosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah Desa Jatinom.

Tulisan ini ditandai dengan:Demam Berdarah Desa Jatinom 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.