KJRI Johor Bahru Apresiasi Organisasi Pekerja Migran dalam Menyalurkan Bantuan Covid-19

Author

Oleh: Eka Pramono & Yoga Pramono

Minggu, (26/7/2020), organisasi-organisasi pekerja migran yang tergabung dalam Komunikasi Organisasi Pekerja Migran Indonesia (KOMI) melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru. KJRI mengundang organisasi-organisasi pekerja migran yang tergabung dalam KOMI sebagai ungkapan rasa terima kasih karena telah membantu KJRI membagikan sembako kepada warga Indonesia di Johor Bahru.

Pada saat pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB) sebagai bagian dari pencegahan penyebaran covid-19, banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang tidak dapat bekerja dan kekurangan makanan. Oleh karena itu, KJRI kemudian memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada PMI yang terdampak kebijakan pembatasan.

Untuk membantu proses distribusi agar sesuai sasaran, KOMI turut mendata PMI yang terdampak kebijakan PKPB kemudian mengajukannya kepada KJRI. KOMI kemudian turut membantu mendistribusikan paket bantuan kebutuhan pokok dari KJRI kepada pekerja migran sejak 29 Maret sampai dengan 8 Juli 2020 dengan kawalan dari polisi Malaysia.

“Bapak Konjen mengapresiasi kinerja kami dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena tanpa kita mereka juga susah bekerja sendiri,” ungkap Wira Wijaya, Wakil Ketua KOMI, yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketua KOMI, Pramono, mengatakan bahwa saat ini distribusi bantuan tetap dilakukan, namun pendataan langsung dilakukan oleh KJRI sehingga data terpusat. KOMI tidak lagi dapat mendata pekerja migran yang mengalami kekurangan, namun hanya membantu distribusi ratusan paket sembako berdasar data yang didapat KJRI.

Disamping pertemuan ramah tamah, dalam kesempatan tersebut KOMI juga menanyakan selter sebagai tempat tinggal sementara bagi pekerja migran yang mengalami kasus. Konjen RI di Johor Bahru, Sunarko, mengatakan bahwa saat ini selter memang tidak dibuka karena adanya pandemi covid-19.

Wira Wijaya juga meminta agar selter diperlebar agar dapat menampung lebih banyak orang. Apalagi saat ini KJRI juga sedang melakukan renovasi di bagian depan bangunan. Wira juga menanyakan bagaimana proses pengajuan keringanan bagi pekerja migran tidak berdokumen yang sedang dirawat di rumah sakit. Namun, KJRI belum menjawab pertanyaan mengenai keringanan biaya rumah sakit tersebut.

Tulisan ini ditandai dengan:Covid johor komi 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *