Dukung Timnas U-16, PMI di Malaysia Serukan Persatuan

Author

Pertandingan Kejuaraan U-16 Asian Football Confederation (AFC) antara Indonesia melawan Vietnam yang berlaga di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (24/9/18), berakhir seri. Skor 1-1 didapat setelah Vietnam berhasil mencetak gol terlebih dahulu. Dukungan kepada Timnas U-16 yang pernah menjuarai Piala AFF U-16 bulan Agustus lalu tetap kompak disuarakan oleh suporter Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Suporter Indonesia di Malaysia (ASIM). Meski sempat kecewa, suporter tetap semangat meneriakkan yel-yel untuk mendukung tim Garuda Asia.

“Namanya tim kita kebobolan gol, kecewa itu pasti, tapi kami dari Aliansi memberi dukungan penuh,” ujar Marno (28), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pati, Jawa Tengah yang juga salah satu anggota ASIM.

Menanggapi tindakan anarkis suporter sepak bola di tanah air yang berujung pada kematian salah satu suporter Persija, Marno menuturkan, pihaknya mengutuk tindakan tersebut.

“Kami mengutuk segala bentuk anarkisme dengan alasan apapun. Di sini kami mau jadi suporter yang damai,” ungkapnya.

Pada pertandingan sebelumnya, Indonesia melawan Iran yang dilaksanakan pada Jumat (21/9/18), ASIM juga berupaya menyatukan masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaysia melalui sepak bola. Menurut Fakhrurrahman (40), perwakilan suporter Persik Kediri, ASIM telah melakukan rapat koordinasi yang menghasilkan beberapa kesepakatan, seperti bahwa setiap suporter antar klub dilarang membawa atribut masing-masing dan hanya diperbolehkan membawa bendera Merah Putih.

“Kita sepakat bahwa setiap perwakilan suporter antar klub dilarang membawa atribut masing-masing. Hal ini untuk mempersatukan masyarakat Indonesia di tengah hangatnya musim pemilu yang kian panas,” ujar Fakhrurrahman.

Sucipto (45), salah satu suporter klub Persela Lamongan juga mengatakan hal serupa, menurutnya, sepak bola selain mampu menyatukan masyarakat Indonesia, juga bisa meningkatkan rasa Nasionalisme. Sucipto juga menjelaskan bahwa sepak bola dapat mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Indonesia di Malaysia.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *