Saatnya Maksimalkan HP untuk Kelola Informasi BMI

Author

TKI, BMI Hong Kong, TKI hong kong, VoM
Para BMI Hong Kong, Pegiat VoM saat belajar memanfaatkan HP untuk menulis berita

Minggu (31/01/2016), bertempat di Indo Proper lantai dua Causeway Bay, beberapa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau yang biasa disebut Buruh Migran Indonesia (BMI) mengikuti pelatihan kelola informasi untuk memperjuangkan hak-hak BMI. Pelatihan yang diikuti Para BMI yang tergabung dalam komunitas Voice of Migrant (VoM) tersebut merupakan pelatihan kedua yang dipandu Fathulloh, dari Pusat Sumber Daya Buruh Migran (Infest Yogyakarta).

“Pada pelatihan pertama (24/01/16), kita belajar memahami apa itu informasi, bagaimana agar kebutuhan informasi bisa dipenuhi melalui gerakan saling berbagi informasi antar BMI, serta belajar lima langkah menulis berita. Sementara pertemuan kedua kita belajar memanfaatkan ” ungkap Yeni, salah satu BMI Hong Kong yang menjadi peserta lokakarya.

Saya (penulis) yang turut hadir bersama 15 kawan VoM yang lain mendapatkan banyak ilmu tentang tata cara kepenulisan dan bagaimana memaksimalkan penggunaan gawai (gadget) canggih yang kita miliki. Saat ini, banyak buruh migran yang sudah memiliki perangkat telepon pintar (smartphone), namun hanya digunakan untuk komunikasi dan hiburan, belum dimaksimalkan untuk fungsi-fungsi yang bermanfaat bagi BMI.  

Salah satu ilmu dasar kepenulisan yang kemarin kami dapatkan adalah tentang cara mencari sumber berita, mendapatkan berita, dan menjadikanya sebuah berita secara ringkas, padat dan lugas. Berikut ini adalah beberapa hasil yang saya rangkum dari pelatihan tersebut:

Informasi dapat diperoleh dari beberapa hal:

A. Pengamatan

Pengamatan dipakai bila BMI menyaksikan peristiwa secara langsung. Ia berada secara fisik di lokasi kejadian. Pewarta BMI biasanya menggunakan ketajaman inderawinya untuk mengungkap fakta.

Hindari penilaian subjektif yang dilukiskan dengan kata sifat, misalnya cantik, pemarah, gagah, dan lain sebagainya. Kesan yang digambarkan harus benar-benar mengungkapkanfakta. Pewarta juga perlu mendapatkan informasi dengan cara membuka kembali catatan-catatan, dokumentasi, buku, dan sebagainya, yang ada hubungannya dengan peristiwa yang tengah diliput. Persiapan ini penting agar pewarta tidak sekadar pasif mencatat saja.

B. Wawancara

Dalam memperoleh informasi BMI dapat melakukan wawancara dengan para pihak yang terkait dengan informasi yang akan kita tulis. Wawancara bisa dilakukan melalui beragam cara dari telepon, mengirim pesan pendek, email, atau bahkan menemui narasumber secara langsung. Berikut beberapa tips wawancara:

  1. Pastikan target narasumber sesuai (memiliki kaitan) dengan jenis informasi atau berita yang akan kita tulis.
  2. Pahami tema/topik yang menjadi bahan berita atau sumber masalahnya.
  3. Siapkan daftar pertanyaan yang akan menjadi acuan untuk menggali informasi selama wawancara.
  4. Jika harus melakukan wawancara secara langsung, buat perjanjian waktu dan lokasi wawancara.
  5. Siapkan peralatan rekaman, alat tulis dan kamera jika diperlukan.
  6. Jadilah pendengar yang baik dan bangun suasana wawancara seperti bincang-bincang santai agar narasumber nyaman menyampaikan informasi.
  7. Buatlah catatan hasil atau rangkuman wawancara untuk disusun menjadi sebuah berita.
  8. Gunakan rangkuman tersebut untuk menyusun satu berita yang ringkas, padat , lugas, tidak keluar topik, tidak kehilangan pokok pikir yang ingin disampaikan ke khalayak umum, dan yang terpenting dari narasumber yang bisa dipercaya.

Setelah memaparkan materi di atas, fasilitator pelatihan kemudian memperkenalkan beberapa aplikasi media penyimpanan daring (online) antara lain Dropbox, Google Drive, MegaCloud, yang berfungsi untuk:

  1. Menyimpan berkas/dokumen tulisan, foto, video agar tidak membebani SD Card atau ruang penyimpanan (memory) handphone kita.
  2. Kolaborasi dan berbagi dokumen.

Selain itu, bagi BMI yang memiliki telepon pintar (Smartphone) juga bisa dipasang aplikasi perkantoran (word) untuk mengetik berita, spread sheet untuk pembukuan keuangan, dan slide untuk membuat presentasi. Selain itu aplikasi rekaman juga bisa membantu untuk proses wawancara dan kamera bisa membantu untuk mengambil gambar atau video pelengkap berita.

Demikian hasil yang saya dapat dari pelatihan singkat namun berkualitas tersebut. Semoga VoM semakin berkembang dan mampu membuka wawasan kawan BMI dengan info yang berguna tentunya.

Tulisan ini ditandai dengan:BMI Hong Kong TKI Hong Kong VoM 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *