Berita

Butuh Saluran Informasi Antara Disnakertrans dan Desa

Author

Rembug KIP di Sekretariat Seruni Banyumas
Rembug KIP di Sekretariat Seruni Banyumas

Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan, Seruni Banyumas bersama Komunitas Pena Desa dan pegiat Infest Yogyakarta menggelar Rembug Gerakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Buruh Migran (5/4) di Sekretariat Seruni, Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut lokakarya Gerakan KIP Buruh Migran yang juga digelar di sekretariat Seruni awal Maret lalu.

Melalui rembug KIP Buruh Migran, Seruni merinci jenis-jenis informasi soal buruh migran baik yang dibutuhkan calon TKI, mantan, keluarga TKI, maupun masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas. Menurut Suswoyo, salah satu pegiat Seruni, selain melakukan permintaan informasi soal daftar PPTKIS, data rekrut/job order TKI wilayah Banyumas, Seruni juga akan menginisiasi adanya saluran distribusi informasi antara Disnakertrans dan Pemerintah Desa basis TKI.

“Bersama Komunitas Pena Desa, Kami akan mendesak Disnakertrans untuk terhubung dan secara berkala mendistribusikan pelbagai informasi seperti data penempatan TKI, data rekrut atau job order PPTKIS di Banyumas, data kasus, dan informasi lain soal TKI yang dibutuhkan oleh pemerintah desa. Hingga saat ini desa-desa basis TKI di Banyumas masih miskin informasi, hal ini membuat desa tidak banyak berperan dalam upaya perlindungan TKI.” papar Narsidah, Koordinator Pendampingan Kasus di Seruni.

Seruni menganggap keberadaan teknologi informasi seperti surat elektronik (email) bisa menjadi solusi atas kendala anggaran distribusi informasi yang selama dikeluhkan Disnakertrans Banyumas. Selama ini sosialisasi yang dilakukan Disnakertrans hanya dilakukan setahun sekali dan tidak menjangkau keseluruhan desa-desa basis TKI di Banyumas.

Rembug KIP juga membahas rencana kerja-kerja produksi informasi yang akan dilakukan Seruni dan Pena Desa. Hasil permintaan informasi yang diperoleh, akan dikelola Tim KIP Seruni Banyumas menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat. Penyajian informasi juga akan memaksimalkan pelbagai media dan jejaring Seruni, seperti buletin, website, rilis media massa (koran lokal, RRI), dan forum-forum pertemuan seperti pengajian, PKK, dan arisan anggota Seruni.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *