* Berita

Rawan Gesekan: TKI Overstay dengan Pekerja Migran Negara Lain

Author

TKI overstay di Mathor Qadim Membuat Tenda-Tenda
TKI overstay di Mathor Qadim Membuat Tenda-Tenda

Ada puluhan ribu TKI overstay di Arab Saudi, sekira 8000 orang berada di tarhil/penjara Sumaisyi. Penghuni tarhil Sumaisyi bukan hanya pekerja migran Indonesia, namun juga pekerja migran dari berbagai negara. Mereka yang telah masuk dalam tarhil Sumaisyi kemudian ditempatkan dalam ambar atau sel.

Tidak adanya kabar pasti mengenai deportasi sedikit banyak membuat TKI overstay panik. Mereka yang panik atau telah diusir majikan kemudian mendatangi Mathor Qadim sembari berharap agar diangkut ke Sumaisyi dan segera dipulangkan ke tanah air. Tentu itu tak mudah, karena setiap negara memiliki jatah tempat tersendiri di tarhil Sumaisyi. TKI yang datang ke Mathor Qadim lantas membuat kemah-kemah di sepanjang jalan yang berpencar satu sama lain.

“Ada laki-laki, perempuan, ibu hamil, dan bahkan bayi umur dua minggu,”ucap Thobib.

Lantas apa bahayanya Mathor Qadim? Bahayanya bukan karena berada di pinggir jalan saja, tapi juga ada pekerja migran dari negara lain yang berada di sana. Ada pekerja dari Habasyi, Ethiophia, dan Pakistan di Mathor Qadim yang tentu rentan menimbulkan gesekan. Kita tentu tak ingin jika pekerja migran kita bernasib sama dengan pekerja migran Ethiophia, yang sempat bentrok dengan aparat Saudi dan menimbulkan korban jiwa.

Di Mathor Qadim kamis (14/11) lalu juga, Thobib relawan dari komunitas Gusdurian sempat menginfokan jika ada pekerja migran Pakistan dan Ethiophia memblokade jalan. “Kamis kemarin (14/11) orang Pakistan dan Ethiophia sempat memblokade jalan, tapi TKIO tidak ikut-ikutan karena sehari sebelumnya sudah banyak yang diangkut ke tarhil Sumaisyi, jadi tinggal sisanya saja,”terang Thobib via BBM.

Informasi terakhir yang diterima redaksi buruh migran Kamis (14/11) malam waktu Saudi, TKIO di Mathor Qadim sudah diangkut ke Sumaisyi oleh petugas gabungan KJRI dan Polri. Namun barang mungkin akan ada TKIO lagi yang menempati Mathor Qadim jika situasi tanpa kepastian informasi terus menerus terjadi. Kita hanya berharap agar Kemlu, Kemenakertrans, dan BNP2TKI bisa kompak bekerja mengurus dan melayani TKI overstay di Saudi. Pun demikian dengan presiden republik Indonesia yang seharusnya turun tangan langsung untuk masalah darurat seperti ini.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *