Kisah Mantan BMI Rintis Usaha Mandiri

Author

Nur Sahri Memulai Usaha dengan Menjual Gorengan
Nur Sahri Memulai Usaha dengan Menjual Gorengan

Usai mengikuti pelatihan kewirausahaan tingkat Desa yang diadakan oleh kelompok BMI Saling Pendi, Desa Simu, Kecamatan Maronge pada 31 Agustus sampai 2 September 2013 lalu, Nur Sahri atau biasa dipanggil Sri, seorang mantan TKI menekuni usaha berjualan gorengan.

Ibu satu anak ini sempat bingung dengan hasil remitansinya selama menjadi TKI akan digunakan untuk usaha apa. Usai mengikuti pelatihan Saling Pendi, selang tiga hari kemudian ia terinspirasi untuk membuka usaha gorengan.

“Menjual gorengan bahan bakunya mudah didapat, seperti ubi jalar, pisang, banyak ditanam di kebun dan sawah-sawah penduduk desa,”ujar Sri.

Modal awal untuk berjualan gorengan ini adalah 150.000 rupiah. Ketika dagangannya dirasa laku, ia lantas menjual pisang goreng, kopi instan, rokok, dan aneka minuman ringan untuk anak-anak. Usaha yang dijalani Sri makin hari makin sukses, ada banyak pelanggan yang berdatangan. Jika sebelumnya Sri menjual gorengan ditempat terbuka dengan peralatan seadaanya, sebulan kemudian ia mampu membenahi tempat usaha dengan membuat warung dari bambu (gedek).

Dari usahanya berjualan gorengan, Sri mempunyai omset jual satu hari 300.000 rupiah, atau satu bulan bisa mencapai 6 juta rupiah. Sri mulai menikmati usahanya, ditambah ada keluarga yang senantiasa mendukung usaha dan selalu berada didekatnya.

Dari usaha jual gorengan tersebut, Sri dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, seperti biaya makan dan biaya bayar sekolah anak-anaknya. Saat ditanya keinginan untuk kembali menjadi buruh migran, ia menjawab bahwa untuk saat ini ingin fokus menjalani usahanya dulu. Meski termasuk usaha kecil, usaha yang dilakoninya kini membuatnya bisa dekat dengan keluarga. Ia mempunyai keinginan untuk mengembangkan usaha penjualan gorengannya lebih besar suatu saat nanti.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.