Berita

Ninik, Perjuangkan Data TKI Amnesti

Author

Karut marut pelayanan pemerintah untuk program amnesti (program ampunan kerajaan Arab Saudi) bagi buruh migran tidak berdokumen, menggerakkan Ninik Andrianie, salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Malaysia untuk membantu dalam melakukan pencarian data.

Menurut Ninik, dalam hal pencarian data, ia tak sengaja membentuk dua tim lewat dunia maya (internet), yakni tim di Arab Saudi dan di Indonesia. Tim di Arab Saudi mendata nama-nama buruh migran yang mengajukan permohonan penerbitan paspor atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Sementara tim di Indonesia bertugas untuk melakukan pencarian data melalui Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN). Selain itu, Ia juga melakukan lobi kepada pejabat-pejabat penting di intansi terkait.

“Data itu penting sebagai rujukan penerbitan paspor atau SPLP, karena banyak sekali yang harus bolak-balik ke jawazat (Kantor Imigrasi Arab Saudi) untuk mendapatkannya, atau harus melalui APJATI yang biayanya mahal,” jelasnya.

Buruh Migran asal Solo ini menjelaskan, dari 25 Mei 2013 hingga saat ini, Ia sudah membantu pencarian data sebanyak 1780 orang buruh migran tidak berdokumen. Pencarian data yang telah dilakukan oleh Ninik dan timnya membutuhkan kerja keras dan kesabaran, karena situasi yang panik dan suhu yang panas hingga 52 derajat mengakibatkan buruh migran tidak sabaran untuk menunggu identitas data dirinya ditemukan.

“Tidak sedikit lho yang mencaci maki, namun ketika sudah ditemukan mereka malah berterimakasih dan pada pingin transit di Kuala Lumpur untuk ketemu Saya. Saat ini sudah ada 20 orang yang mampir,” paparnya.

Dalam melakukan bantuan pencarian data, Ninik menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. “Beberapa aplikasi yang biasa digunakan adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Skype, BBM, Yahoo Messenger, dan WhatsApp, media inilah yang membantu saya dan rekan-rekan untuk bekerja membantu melayani pengaduan dan pencarian data, jadi mau tidak mau, sebagai aktivis kita harus bisa menguasai piranti ini, awalnya gak bisa, tapi harus dipaksakan karena ini kebutuhan,” tegasnya.

Manajer TKI Belajar Berkarya ini, berharap agar kawan buruh migran sensitif dalam membantu sesama, dan kepada pemerintah Ia berharap untuk tanggap dalam memberikan pelayanan sehingga data yang sudah kami laporkan bisa cepat selesai, jangan menunggu buruh migran berkoar-koar di media atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

Satu komentar untuk “Ninik, Perjuangkan Data TKI Amnesti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.