Berita

Aliansi BMI dan ILPS Hong Kong Demo Adidas

Author

Bebaskan OMIH, Aliansi BMI Hong Kong dan ILPS saat menggelar aksi di Kantor Adidas di Hong Kong
Bebaskan OMIH, Aliansi BMI Hong Kong dan ILPS saat menggelar aksi di Kantor Adidas di Hong Kong

Bebaskan Omih tanpa syarat sekarang juga!
Pekerjakan Kembali 1300 Buruh PT Panarub Dwi Karya
Hentikan Union Busting
Stop Outsourcing sekarang juga!

Sekitar 50 Orang anggota dari International League of People’s Struggle (ILPS) dan Aliansi BMI-HK Cabut UUPPTKILN No.39/2004 Menggelar aksi piket di depan kantor Adidas di Adidas Sourcing Ltd. 10 / F Cityplaza Empat, 12 Taikoo Wan Road, Taikoo Shing, Hong Kong. Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan untuk 1300 buruh PT Panarub Dwi Karya (PDK) yang dipecat sepihak karena telah melakukan aksi mogok kerja sejak bulan Juli yang lalu. Ribuan buruh ini menuntut agar PT PDK membayarkan rampelan gaji (gaji yang belum terbayar) dan uang tunjangan hari raya (THR).

PT. PDK tidak merespon tuntutan mereka tapi malah melakukan intimidasi dengan mendatangi rumah-rumah buruh PT PDK dan memaksa mereka untuk menerima uang ganti rugi sebagai tanda pengunduran diri. Selain menuntut upah yang layak mereka juga menuntut perbaikan kondisi kerja. Eni Lestari, selaku Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) dalam pidato pembukaanya mengatakan perusahaan Adidas harus segera turun tangan dan menyelesaikan masalah antara buruh dan PT.PDK.

2500 buruh yang bekerja di PT.PDK mayoritas adalah perempuan, mereka tereksploitasi oleh pihak pabrik dengan mengunakan sistem kerja line (one piece flow), Eni menjelaskan karena sistem itu, 1 pekerja harus menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya dilakukan 2 orang dengan target meningkatkan produksi hingga 140-150 sepatu per-jam. Eni menambahkan, selain dibayar murah kondisi kerja buruh PDK sangat buruk. Karena dikejar target produksi mereka tidak ada waktu untuk melakukan hal pribadi meskipun hanya ke toilet dan sholat. Eni menuntut Adidas juga mendesak PDK untuk segera mencabut tuntutan atas Omih yang dianggap teroris karena mengirim SMS ke staff PDK yang mengatakan ada bom di dalam pabrik.

“ Sudah sewajarnya Omih marah karena dia sudah kehilangan putri semata wayangnya, PDK tidak mengijinkan dia cuti untuk menjaga anaknya yang sakit hingga dia meninggal dunia,” tutur Eni.

Sringatin, perwakilan dari Indonesian Migrant Worker Union (IMWU) mengatakan PDK telah melanggar hak buruh atas kebebasan berserikat.

“ PDK menghalang-halangi dan mengitimidasi buruh agar tidak tergabung dalam Serikat Buruh Garmen, Tekstil, Sepatu (SBGTS-GSBI). Omih hanyalah korban bukan teroris, Omih adalah salah satu pimpinan serikat buruh yang aktif menyerukan hak- hak kawan- kawanya yang senasib dan sepenanggungan,” tegas Sring.

Sring berpesan agar Adidas tidak hanya bisa mengambil keuntungan saja namun juga harus memperhatikan kesejahteraan buruhnya. Hal senada disampaikan oleh Fahmi dari AMRC. Juru bicara AMCB, Eman Villanueva dalam pesan solidaritasnya mengatakan ekploitasi terhadap buruh tidak hanya terjadi di Indonesia saja terutama di negara-negara berkembang. Kondisi inilah yang mendorong bertambahnya jumlah buruh migran. Menjadi Buruh Migran adalah pilihan pahit karena mereka harus bertahan hidup. Eman mengatakan AMCB yang merupakan aliansi dari organisasi Buruh Migran dari berbagai Negara mendukung sepenuhnya perjuangan buruh PDK.

May Wong perwakilan dari Global Network mengatakan kondisi serupa terjadi dengan buruh Adidas di China. Ada 69 orang mengalami cidera pada tangan mereka sejak tahun 2009 karena tuntutan kerja dari perusahaan yang memproduksi sepatu Adidas.

Perwakilan dari League of Social Democrat (LSD), Ma Jai mengatakan sebagai warga Hong Kong pihaknya akan mendukung perjuangan buruh PDK, apabila pihak Adidas tidak segera merespon tuntutan ini pihaknya menjajikan akan kembali menggelar aksi serupa. Pembicara terakhir, Ramon Bultron perwakilan dari ILPS membacakan statemen bersama yang menuntut 3 hal antara lain : Segera pekerjakan kembali 1300 buruh PDK, berikan semua tuntutan buruh PDK termasuk membayar gaji mereka yang belum terbayar dan hentikan penyerangan dan intimidasi aktivis buruh.

Aksi tersebut mendapat sambutan yang baik dari pihak management Adidas dengan memberikan respon secara formal yang menjanjikan akan segera menyuruh staff untuk menyelesaikan masalah ini. Pihak Adidas menyatakan akan mengajak perwakilan buruh dari China untuk berunding dan menyelesaikan persoalan yang menimpa kawan- kawan buruh di China. Aksi yang di mulai dari jam 12.00 ditutup damai pada pukul 13.00 waktu Hong Kong. Aksi serupa juga digelar di perwakilan Adidas di Indonesia dan Jerman. Aksi di Indonesia di ikuti sekitar 2000 orang. Menurut laporan dari ketua GSBI pusat, Rudy HB Daman ada 2 anggotanya yang terluka karena dipukul orang bayaran yang disewa oleh pabrik PDK.

Satu komentar untuk “Aliansi BMI dan ILPS Hong Kong Demo Adidas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.