Kiprah

Suka Duka Merawat Manula

Author

ilustrasi (dok. radio australia)

Merawat orang  tua atau manusia lanjut usia (manula) tentu ada suka dan dukanya. Sama halnya seperti merawat anak kecil. Berikut ini adalah pengalaman beberapa Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong ketika bekerja merawat kakek atau nenek.

Ina (26) BMI asal Jawa Tengah ini sudah bekerja di Hong Kong selama 3 tahun. Kontrak pertamanya merawat anak kecil, setelah selesai kontrak, dia memilih mencari pekerjaan menjaga orang tua. Akhirnya Ina mendapat majikan yang membutuhkannya untuk merawat seorang nenek umur 95 tahun. Awal-awal bekerja, Ina mengaku sempat tak kerasan, ditambah nenek yang dia rawat termasuk orang yang cerewet. Namun dengan sabar dan telaten Ina berhasil membuat nenek luluh dan akhirnya bisa akrab dengannya.

Merawat orang tua hampir sama seperti anak kecil” kata Ina. Biasanya saat sore hari Ina membawa neneknya untuk jalan-jalan ke taman bawah apartemen rumah. Selain Ina, ada beberapa BMI lain yang juga membawa kakek atau nenek yang mereka rawat untuk duduk-duduk di taman. Saat para kakek dan nenek ini berkumpul dan ngobrol bersama, Ina dan teman-temannya juga ikut mengobrol sambil tetap mengawasi manula yang mereka rawat.

Hal seperti ini bisa sedikit menghibur di sela-sela pekerjaan lainnya saat di rumah majikan. Bertemu dan berkumpul dengan sesama BMI bisa menjadi obat untuk mengurangi rasa lelah. Saling berbagi cerita, berbagi cara merawat orang tua atau bahkan berbagi resep masakan pun kerap mereka lakukan.

Ika, BMI asal Ponorogo Jawa Timur. Merawat nenek sudah 7 tahun dan siap-siap menambah kontrak baru. Ika sebelumnya sudah berpengalaman merawat manula saat bekerja di Taiwan. Karenanya ia sangat gesit dalam bekerja. Nenek yang Ika rawat  separo badannya lumpuh. Praktis semua hal yang berurusan dengan nenek, Ika yang mengerjakan. Mulai dari mandi, memakaikan baju dan mengganti pampers setiap 4 jam sekali adalah pekerjaan Ika sehari-hari.

Nenek yang Ika rawat sangat baik dan menyayanginya. Nenek sering membelikan jajan, baju bahkan pulsa untuk Ika. Ika sering membawa nenek untuk belanja ke pasar. Namun kadang-kadang Ika meninggalkan nenek di rumah sendirian karena majikan Ika tinggal di apartemen yang berbeda.

Hal yang membuat Ika kerasan sampai tahun ke 7 adalah karena nenek yang sangat baik dan menyayangi Ika, menganggap Ika seperti anak sendiri. Meski Ika sangat jarang libur, namun Ika bebas keluar rumah asalkan ijin terlebih dahulu. Nenek Ika bisa ditinggal di rumah sendirian asal tidak terlalu lama.

Cerita lainnya datang dari Fani. Berbeda dengan menjaga nenek yang sama-sama perempuan, menjaga kakek kadang ada rasa grogi atau tidak enak. Apalagi jika harus memandikan sang  kakek. Namun karena sang kakek sopan dan tidak pernah macam-macam, Fani iklas mengerjakan hal-hal yang berurusan dengan sang kakek, termasuk saat harus memandikannya. Awal bekerja, kakek yang Fani rawat masih segar bugar dan masih bisa mengerjakan semuanya sendiri. Tahun ke 5, kakek yang Fani rawat sering keluar masuk rumah sakit dan kondisinya pun berubah total. Mandi, ganti pakaian bahkan menyuapi menjadi pekerjaan Fani saat ini. Beruntung majikannya baik dan akhirnya mencarikan Fani teman untuk membantu pekerjaannya. Bergantian Fani dan teman serumah yang juga BMI merawat kakek bersama. Pekerjaan Fani pun sedikit berkurang dan istirahat yang sebelumnya kurang kini tercukupi. Pun juga jatah libur mingguan. Sebelumnya Fani tidak pernah libur namun mendapat jatah ganti uang lembur, kini seminggu sekali Fani bisa menikmati liburan untuk bertemu dengan teman sesama BMI untuk melepas lelah.

Tentu masih banyak cerita lain mengenai suka duka merawat manula. Menurut Ina, Ika dan Fani, modal untuk merawat manula adalah sabar dan ikhlas. Ada kalanya kakek atau nenek yang mereka rawat berkelakuan seperti anak kecil. Kadang bicaranya tidak jelas atau meminta sesuatu yang susah dimengerti. Komunikasi yang baik dengan majikan juga harus dijaga. Jangan sampai karena majikan sudah memasrahkan penjagaan ke mereka, saat terjadi apa-apa misalnya jatuh, BMI diam saja tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada majikan.

3 komentar untuk “Suka Duka Merawat Manula

  1. cerita yang sangat menarik. merawat manula memang butuh ketelitian dan kesabaran yang khusus. salut untuk para TKI yang berjuang di luar negeri!

    1. sberat apapun pekerjaan ….kl kita mlkukan dengan iklas pasty semuanya ada hikmahnya….n patut kira sykuri ..krn untuk meraih kesuksesan.d dlm negri orng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.