Berita

Depresi Berat, Witri Anggraeni Masuk RSUD Banyumas

Author

Ilustrasi
Ilustrasi

BANYUMAS. Irwan Jhoni, Kepala Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, 1 Desember 2011, menghubungi Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan ‘Seruni’, terkait kondisi Witri Aggraeni (23), mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  yang mengalami depresi berat sepulang bekerja di Malaysia. Bahkan menurut sang Kepala Desa, Witri sering mengamuk terhadap keluarganya.

Kondisi Witri Aggraeni membuat keluarga berinisiasi agar Witri direhabilitasi dengan meminta bantuan Seruni. Pihak keluarga terutama kedua orang tuanya, gigih mengupayakan agar anaknya cepat mendapatkan pengobatan medis.

Mendapat laporan tersebut Seruni langsung berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait, diantaranya Lembaga Penelitian Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) Purwokerto, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Satria Baturraden, agar Witri segera dibawa ke RSUD Banyumas yang memiliki layanan  Poli Jiwa.

Witri Anggraeni adalah anak pasangan Minem dan Kasidi. Akhir tahun 2010, ia ditemukan petugas jalan raya di Tol Bandara Soekarno-Hatta dalam kondisi depresi berat. Witri Anggraeni sempat membagi-bagikan uang kepada orang yang ia temui di jalan. Tidak ada yang tahu penyebab ia depresi. Kasus ini sudah dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas.

Pada 3 Desember 2011, Seruni mendatangi rumah Witri yang berlamat di RT 01/01 Gandatapa Sumbang, untuk berkoordinasi dengan keluarga. Kepada pihak desa, Seruni minta agar semua persyaratan administrasi segera dipersiapkan termasuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), karena keluarga Witra tidak menerima asuransi kesehatan Jamkesmas.

Selasa 6 Desember 2011, RSUD Banyumas menjemput Witri di rumahnya. Terjadi negosiasi yang susah dengan Witri. Namun setelah dibujuk keluarga dengan alasan akan berwisata, Witri ahirnya mau masuk mobil yang dibawa langsung dari rumah sakit.

Keluarga merasa senang, karena anaknya mau berobat secara medis. “Terima kasih mas.” Ucap ayah Witri, kepada Seruni yang memfasilitasi keluarga dengan pihak rumah sakit.

Sabtu 10 Desember 2011, Narsidah Sanwi dari Seruni datang ke RSUD Banyumas untuk melihat perkembangan Witri. Petugas ruang isolasi ‘Sakura’, Sutini, menjelaskan bahwa kondisi Witri sudah lebih baik. Perangainya tenang, rutin minum obat, dan juga sudah lebih mudah diajak komunikasi dengan orang lain.

Saat Seruni datang menjenguk, Witri sedang tidur dan tidak boleh dibangunkan. Selama pengobatan di Poly Jiwa RSUD Banyumas, keluarga senantiasa bergantian untuk menjaganya. Sebelum mendapat pelayanan pengobatan medis, Witri sudah melakukan pengobatan alternatif yang diupayakan oleh keluarganya dan dibantu oleh pihak PPTKIS yang memberangkatkan ke Malaysia, yaitu PT. Phinisi Purwokerto. Namun upaya tersebut belum mendatangkan keberhasilan. (SusWoyo)

Satu komentar untuk “Depresi Berat, Witri Anggraeni Masuk RSUD Banyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.