Kiprah

Perjuangan Gunadi

Author

Gunadi (40), mantan buruh migran yang berasal  dari Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon progo bercerita tentang kisahnya ketika menjadi buruh migran di Jepang. Ia bercerita tentang suka dan duka bekerja di Nagoya, Jepang (1998-2001).  Ia bekerja selama 3 (tiga) tahun  di perusahaan Tanaka Bankim Kougyus, milik keluarga Tanaka.

Ia mendapatkan informasi tentang pekerjaan di Jepang dari Departeman Tenaga Kerja Republik Indonesia (Depnaker RI)  bekerja sama dengan Industri Menengah dan Kecil di Jepang(IMM).

Proses seleksi lowongan pekerjaan tersebut selama 6 (enam) bulan, setelah lolos seleksi, ia mengikuti pendidikan dan pelatihan di Balai latihan Kerja (BLK) Lembang. Di BLK ia belajar selama 3 (tiga) bulan. Materi pelatihan tersebut meliputi budaya dan bahasa Jepang. Setelah itu ada proses seleksi lagi selama 3 (tiga). Ketika pertama kali di Jepang, ia masih belajar lagi, kurang lebih 1 bulan memperdalam budaya Jepang. Baru setelah itu ia langsung di tempatkan di perusahaan Tanaka.

Iklim di Jepang ada 4 (empat) musim;musim panas, dingin, gugur dan semi. Sedangkan di Indonesia hanya ada 2 (dua) musim; musim hujan dan kemarau. Perbedaan itulah yang membuat ia harus belajar keras menyesuaikan diri.

Selain itu ia juga harus menyesuaikan dengan etos kerja orang Jepang yang sangat disiplin dan teliti. Jam kerja di Jepang dimulai jam 08.00 samapi dengan jam 15.00. Istirahat pertama jam 10.00, selama 10 menit. Istirahat kedua dari jam 12.00-13.00. Dalam bahasa Jepang istirahat biasa disebut (kyuke). Jika ada lembur masih ada waktu istirahat 15 menit, setelah itu  baru mulai bekerja lagi (lembur). Gunadi menggambarkan bahwa orang Jepang itu pekerja keras dan gila kerja.

Tulisan ini ditandai dengan: Desa Jangkaran gunadi TKI Jepang 

3 komentar untuk “Perjuangan Gunadi

  1. mas Gunadi setelah pulang kampung punya kesibukan baru sebagai pengurus karang taruna desa jangkaran, juga bulan september 2015 ini, ikut bersaing dalam pemilihan kades desa Jangkaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.