Kiprah

Indun dan Pertengakaran Anak Majikan di Luar Negeri

Author

Pada 1994 Indun (42) bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada seorang majikan yang berprofesi sebagai peternak sapi di Taiwan.  Pada awal bekerja, dia dapat menikmati aktivitas pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga. Masa indah itu ia rasakan hingga awal tahun kedua dia bekerja di keluarga tersebut. Kemudian  saat sang majikan sakit, muncul perselisihan di antara dua orang anaknya. Perselisihan tersebut menempatkan Indun pada posisi yang sulit, karena dia sering dipaksa untuk menuruti perintah kedua anak majikan tersebut.
Menurut Indun, suasana itu berpengaruh terhadap pekerjaannya, dia harus menuruti perintah kedua anak majikan yang sering berselisih memperebutkan harta warisan. Kejadian ini membuat dia tidak nyaman bekerja.
“Seringnya terjadi perselisihan antara kedua anak majikan menjadikan saya merasa tidak nyaman lagi bekerja di rumah tersebut,  sehingga saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman saja,”  ungkapnya.
Pengalaman Indun dapat menginspirasi calon dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang saat ini sudah bekerja. Pekerjaan tidak selamanya menyenangkan, kita akan dihadapkan dengan banyak pilihan dan setiap pilihan memiliki resiko masing-masing. Seperti pilihan Indun untuk kembali ke tanah air karena tekanan pekerjaan, meskipun dia terpaksa kehilangan pekerjaannya.

Tulisan ini ditandai dengan: Pengalaman TKI 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.