Radio Komunitas Lindungi Warga dari Calo PJTKI

Author

Sore itu Waska berjalan sedikit tergesa menyusuri jalanan Desa Santing yang sedikit berlumpur sehabis hujan mengguyur malam sebelumnya. Raut mukanya menunjukkan kegundahan yang mendalam. Ia bermaksud mengadukan kejelasan nasib anak perempuannya, Ranti (di paspor tertulis Rani), yang sekarang tengah terbaring tidak berdaya karena patah kaki akibat jatuh dari lantai enam sebuah apartemen di Kuwait.

Peristiwa yang dialami Ranti memperpanjang jumlah ketidakberesan perlindungan tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi buruh migran di luar negeri. Pemerintah sendiri lebih memilih diam dan lepas tanggung jawab. Janji perlindungan dan pembelaan bagi para pendekar devisa itu sekadar isapan jempol. Tak sedikit pejabat yang justru menambah penderitaan para TKW dengan melakukan pungutan liar.

Radio Komunitas Suara Kemayu yang terletak di blok Karanganyar RT 14 RW 03, Desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu itu memang menjadi pusat informasi dan pengaduan sekaligus memberikan advokasi bagi keluarga buruh migran yang berasal dari warga setempat.

Indramayu memang dikenal sebagai salah satu pemasok buruh migran terbesar di Indonesia. Di Desa Santing dari 5.020 penduduk usia produktif, ada 20 prosen yang menjadi buruh migran. Seringkali berita duka atau kabar lara harus diterima oleh keluarga yang ditinggalkan di kampung, seperti penyiksaan oleh majikan, deportasi, pelecehan seksual, maupun penipuan oleh agen pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI).

Banyaknya masalah yang menimpa kaum buruh migran menggugah sekelompok warga untuk mendirikan radio komunitas yang bias memberi informasi seputar buruh migran. Lalu, berdirilah Radio Suara Kemayu. Selain mendirikan radio, mereka juga mendirikan gerakan peduli perempuan dan anak Indramayu yang berperan memberikan advokasi bagi buruh migran yang bermasalah. Akhirnya, Radio Komunitas Suara Kemayu sering menjadi jujugan mengadu.

Sejak radio aktif beroperasi puluhan kasus pengaduan buruh migran yang diadvokasi. Semuanya merupakan buruh migran asal Santing dan sekitarnya. Permasalahan yang ditangani seputar penganiayaan majikan, gajiĀ  tidak dibayar, pekerjaan yang dijalani tidak sesuai dengan job order awal, juga keluarga di kampung yang kehilangan kontak dengan buruh migran di luar negeri.

Dalam mengadvokasi buruh migran Suara Kemayu akan melacaknya dengan mendatangi pihak PJTKI di Jakarta dengan biaya yang ditanggung bersama antara keluarga pengadu dan Suara Kemayu. Menurut Hero, PJTKI yang ada di Indramayu hanya cabang dan kantor pusatnya ada di Jakarta. Bahkan tidak sedkit PJTKI yang hanya menanam calo sebagai perwakilan operasional perusahaan itu.

Rumitnya jaringan PJTKI menyebabkan sulitnya melacak posisi buruh migran. Tak sedikit PJTKI yang fiktif sehingga ketika dilacak letak kantornya berkedudukan di mana tidak jelas. Karena itu, Radio Komunitas Suara Kemayu menyusun Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dan menyampaikan informasi seputar buruh migrant yang mereka siarkan secara rutin di radio. RSK juga mendidik calon buruh migran dan keluarganya untuk mewaspadai calo dan agen PJTKI, sekaligus tip-tip menghadapinya saat dibujuk ke luar negeri.

Juga menginformasikan tentang kondisi selama di penampungan yang disediakan agen sebelum pemberangkatan dan hak-hak buruh migran agar mereka tahu bahwa mereka punya posisi tawar baik pada majikan maupun perusahaan yang memberangkatkannya.

Minimnya akses informasi menyebabkan banyaknya calo dan pihak-pihak yang tak bertanggungjawab bergerak dengan bebas. Lembaga layanan yang banyak disorot sebagai dunia ‘gelap’ adalah pelayanan tenaga kerja, terutama yang terkait dengan pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

Banyak kasus kekerasan dan penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Sayangnya, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun Kantor Kedutaan RI kadang tidak banyak membantu. Bahkan, tak jarang mereka mempersulit kondisi TKI dengan berbagai prosedur ini dan itu.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *