Panduan

Penulis Harus Tahu dan Berani

Author

Andreas Harsono
Andreas Harsono

Intisari menulis adalah mengungkap fakta. Menulis itu tugas suci bila dilandasi niat untuk mengubah keadaan yang lebih baik. Penulis melawan ketidakadilan lewat seni merangkai kata.

Demikian pendapat Andreas Harsono, Ketua Yayasan Pantau Jakarta dalam Pelatihan Menulis yang diselenggarakan Yayasan TIFA di Jogjakarta (9/10/2009). Andreas Harsono akan mendampingi para pengelola Pusat Teknologi Komunitas (PTK) Mahnetik selama dua hari untuk menuliskan pengalaman menangani kasus buruh migran.

Bagi Harsono, modal penulis adalah tahu dan berani. Deskripsi adalah senjata ampuh dalam penulisan. Penulis harus mampu menggambarkan suatu kejadian secara rinci. Sementara itu, keberanian mendorong penulis untuk mengungkap motif di balik kejadian.

Dalam kesempatan itu, Harsono memberikan kiat-kiat dalam menulis. Untuk mengubah tradisi lisan ke tulisan biasakan merekam pembicaraan. Dengarkan hasil rekaman itu, lalu tuliskan. Lama-kelamaan ia akan terbiasa dengan tradisi tulis.

Untuk penulisan berita, penulis harus pintar membuat teras berita. Tuliskan hal yang paling penting di alenia pertama. Gunakan teori paramida terbalik secara cermat agar alur tulisan runtut.

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.