Lia Binti Sanali Butuh Pendonor Ginjal

Lia Binti Sanali tergolek lemas di Rumah Sakit Polri Sukanto(22/01/12). Gagal ginjal yang dideritanya telah memasuki stadium empat, kondisi demikian memaksanya menjalani cuci darah hingga dua kali dalam seminggu.

Lia Binti Sanali tergolek lemas di Rumah Sakit Polri Sukanto(22/01/12). Gagal ginjal yang dideritanya telah memasuki stadium empat, kondisi demikian memaksanya menjalani cuci darah hingga dua kali dalam seminggu.

Kondisi Lia binti Sanali, mantan TKW Arab Saudi yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur karena mengalami gagal ginjal masih memprihatinkan (22/01/12). Penyakit yang diderita Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Wanagopa, Rt.02, Rw.04, Kelurahan Kerman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tersebut telah memasuki stadium empat. Status gagal ginjal stadium empat, membuat Lia harus menjalani cuci darah hingga dua kali dalam seminggu.
“Apakah ia akan terus menjalani cuci darah ataukah ada upaya membantu untuk dioperasi dan mendapat donor ginjal?, keluarga belum mendapat kepastian dari pihak rumah sakit, PPTKIS, maupun pemerintah.” tutur Sugiono, saat diwawancarai melalui sambungan telepon.

Menurut keluarga dan pihak Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSDBM) yang mendampingi, kondisi Lia harus diselamatkan dengan merujuk Lia ke Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan mencarikan donor ginjal untuknya. Namun merujuk TKI yang diberangkatkan oleh PT Fajar Semesta Raya Perkasa ke RSCM bukan perkara mudah bagi keluarga dan Pihak PSDBM, karena RSCM tidak memiliki perjanjian dengan pemerintah terkait persoalan TKI.

“Majikan saya di Jeddah dulu sempat menjanjikan akan membantu pembiyaan yang akan dikeluarkan selama perawatan saya di rumah sakit. Namun kami belum mendapat kepastikan apakah majikan betul-betul mau membantu pembiyaan tersebut,” tutur Lia kepada pegiat PSDBM yang mengunjunginya di rumah sakit.

Meskipun beberapa kawan Lia di Arab Saudi tengah mengupayakan menagih janji majikan untuk memberikan uang  biaya perawatan Lia  sebesar 40 sampai 45 juta rupiah, namun hal tersebut belum sebanding dengan prediksi biaya operasi dan menebus ginjal untuk Lia. Setelah pegiat PSDBM di Jakarta mendapatkan informasi dari salah satu staff RSCM bernama Efi, ternyata biaya untuk operasi ginjal Lia binti Sanali akan mencapai setengah milyar (Rp.500.000.000), bahkan lebih.

About Fathulloh

Anggota redaksi Pusat Sumber Daya Buruh Migran. Menggemari jurnalisme warga dan menjadi teman belajar pewarta buruh migran
This entry was posted in Berita, Peristiwa and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>