News

(Bahasa Indonesia) Call Center Layanan Pengaduan Pekerja Migran di Saudi

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Kementerian Perburuhan Arab Saudi. Sumber Foto : Arabnews.com
Kementerian Perburuhan Arab Saudi. Sumber Foto : Arabnews.com

Departemen Perburuhan Arab Saudi mulai memberikan layanan pengaduan perselisihan perburuhan lewat layanan call center. Dilansir dari portal berita Arab News 26 Januari 2014, layanan pengaduan melalui call center sudah berjalan dibeberapa kota seperti Makkah, Riyadh, Arar, Salam, Najran, dan Jazan. Menurut laporan resmi Departemen Penyelesaian Perselisihan Tenaga Kerja di Kementerian tersebut, layanan ini akan segera diperluas ke daerah lain secara bertahap.

Layanan call center tersebut untuk memberikan kemudahan bagi pekerja untuk berkomunikasi dengan pihak berwenang jika ada masalah perburuhan, tanpa harus mengunjungi kantor Kementerian Perburuhan secara langsung. Komite Penanggulangan Sengketa nantinya akan memberikan panduan kepada para penelepon, mengatur jadwal pertemuan dengan pihak-pihak yang bersengketa dan memonitor kasus yang terjadi.

Karyawan di pusat pengaduan adalah perempuan yang dilatih untuk memberikan layanan, memberikan tanggapan dan jawaban untuk permasalahan perburuhan yang terjadi. Selain melalui call center, layanan pengaduan juga dikembangkan melalui surat. Dalam hal ini pemerintah Arab Saudi bekerja sama dnegan Aramex dan Kantor Pos Arab Saudi untuk menyampaikan pemberitahuan apapun kepada pihak yang berkepentingan. Bagi pekerja migran yang tidak bisa berbahasa arab, kantor terjemahan internal Riyadh, Jeddah dan Dammam akan membantu pekerja berkomunikasi menggunakan bahasa selain Arab, seperti bahasa Inggris, Tagalog, Urdu dan lain sebagainya melalui telepon.

9 komentar untuk “(Bahasa Indonesia) Call Center Layanan Pengaduan Pekerja Migran di Saudi

  1. Bagaimana mengatasinya majikan yang tak mau memulangkan, sedangkan masa kerja sudah lewat kontrak dan sudah berhenti bekerja. apakah KBRI bisa membantu pemulangan TKI ? saya sudah seminggu lebih berhenti kerja Dan menunggu dipulangkan tapi tetap tak ada berita dari majikan. terimakasih

  2. Udah 3 bulan lebih istri saya pergi dri indonesia k arab,dan sampe saat ini belum ada kabr..saya cri sarykah nya di web ada tapi enga bisa di hubungin.tolong bantu..nama sarykah takeen homen resource..dan coba saya hubngin tapi engga bisa..mohon bantuanya,,

  3. Assalamualaikum…bpk/ibu,ada pihak keluarga saya baru berangkat k arab dia tempatkan di yayansan sarykah,(takeem homan resoerce..) sampe saat ini udah 3 bulan belum ada kabar..mohon bantuanya,

  4. assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu…
    salam hormat kami dari para tenaga kerja indonesia
    saya sangat mengharapkan dari pemerintahan indonesia menyelesaikan permasalahan yang saya dapati.
    Rinkas saja saya sampaikan bahwa saya mendapati masalah dengan pihak jawasat saudi yang bertugas pada masa lockdown disaudi yang memberikan kami denda 10.000 riyal karena keluar pada masa pendemi tersebut,adapun alasan kami dengan sangat terpaksa keluar rumah saat kondisi tersebut hanya karena ingin mengambil uang di ATM untuk membeli kebutuhan sehari hari hari kami yang berjarak 200 meter dari kediaman kami.
    segala cara sudah kami tempuh dengan menyampaikan keluhan kami kepihak perusahaan tempat kami bekerja dan kami juga sudah berkirim email kepihak jawasat melalui aplikasi absher tapi tetap tidak ada solusi dan kami masih tertahan di saudi karena denda tersebut..
    kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak pihak terkait
    terutama dari keduataan indonesia
    sekian dan terima kasih

  5. Saya udah 5 tahun kerja di Saudi terus saya mau pulang cuti pun gak di kasih padahal di dalam surat kontrak kerja ku tertulis dalam setahun harus cuti 29 hari tpi nyatanya gak di kasih

  6. Asalamualaiku bapak/ibu. istri saya jadi TKW aburan sudah 3thn keberadaan nya sekarang ada di wilayah riad dan bagai mana cara melaporkan nya agar bisa ditangkap dan dipulangkan keindonesia mohon bantuan nya

  7. syarikah benar benar tidak manusiawi,makan tidak layak.banyak yang sakit.kekurangan makanan.kami di jual mahal disini sehingga tidak laku dan bertumpuk di syarikah SRACO.tolong bantu kami untuk pulang kembali ke indonesia daripada nasib kami begini.teraniaya di negeri orang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.