News

(Bahasa Indonesia) Pelatihan Organisasi, Perkuat Solidaritas TKI Taiwan

Author

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Suasana para pegiat ATKI saat menggelar pelatihan untuk anggota baru
Suasana para pegiat ATKI saat menggelar pelatihan untuk anggota baru

Minggu (27/05/12), Pegiat Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan (ATKI Taiwan) mengadakan pelatihan organisasi di PHILB office, Zhong Shao Dong Lu Er Duan, kawasan di dekat Taipei Station. Kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pegiat organisasi buruh migran di Taiwan tersebut dipandu oleh Ramon dan penerjemah Wazi Heng dari Asia Pasific Mission for Migran (APMM).

Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman kepada Buruh Migran Indonesia (BMI) yang mulai aktif berorganisasi untuk mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi buruh migran dan kondisi di tanah air yang memaksa mereka bekerja ke luar negeri sebagai buruh migran. Pelatihan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran peserta bahwa kesengsaraan yang dialaminya bukan semata persoalan individu, tetapi juga persoalan kolektif yang juga dialami BMI lain dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya berorganisasi. Solidaritas yang dibangun melalui organisasi menjadi bagian penting dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan buruh migran. Melalui organisasi, BMI akan saling belajar satu sama lain, hingga mereka akan senantiasa memiliki daya tawar di depan Majikan, PJTKI, Agensi, atau perwakilan Pemerintahan Indonesia sendiri di Taiwan.

Materi pertama yang disampaikan pada peserta adalah perkenalan, ada istilah ”tidak kenal maka tidak sayang.” Setiap peserta memperkenalkan nama, asal daerah Indonesia, pekerjaan sebelum ke Taiwan, sumber pendapatan di Indonesia, jumlah saudara, dan pekerjaan mereka jumlah anak,

Langkah ke dua : Menyakan kepada masing-masing peserta mengapa mereka berorganisasi dan harapan dari pendidikan ini, di tulis sesuai alasan dan harapan tersebut di atas kertas karton tersendiri.

Materi kedua lebih banyak membicarakan dan memetakan akar migrasi rakyat Indonesia.

Untuk bisa memahami mengapa buruh migran tidak lepas dari penindasan, terlebih dahulu memahami kondisi dari buruh migran ke luar negeri, sebab kondisi inilah yang menyebabkan pemerasan yang tiada hentinya.

Peserta menggambar di kertas karton, menyampaikan kejadian-kejadian orang-orang penting di dalam hidup peserta, selain itu peserta menujukanjuga diminta menunyampaikan masalah-masalah yang peilik dan susah yang mereka alami.

Latihan ini memberikan wadah bagi peserta untuk mulai membangkitkan kesadaran mereka tentang kondisi yang di alami sendiri sebagai buruh migran. Harapan selanjutnya, kesadaran tersebut akan mendorong BMI untuk memikirkan solusi yang harus ditempuh untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara kolektif.

Delegasi ATKI Taiwan menyampaikan hari libur lebih berharga jika diisi dengan kegiatan positif seperti berorganisasi dan kegiatan pengembangan bakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan BMI Taiwan semakin bisa membaca kondisi dan mematangkan dirinya sebagai BMI yang sukses, hingga ia pulang ke tanah air Indonesia.

Hidup Buruh Migran,,,!

 

6 komentar untuk “(Bahasa Indonesia) Pelatihan Organisasi, Perkuat Solidaritas TKI Taiwan

  1. Cindy trimkasih atas suportnya, semoga kawan-kawan BMI akan sadar dengan hati terbuka untuk hari liburnya di buatkan kegiatan yng positif di mulai dengan kegiatan trining ini menjadi BMI yng berpotensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.