Nur Fatimah: Berdayakan Perempuan Desa Melalui Seni Rebana dan Beragam Kegiatan Sosial

Author

Desa Jatinom patut berbangga, karena salah satu sosok perempuan asal Jatinom telah menjadi trending topik karena kiprahnya memelihara seni rebana, salah satu potensi spiritual-budaya di Desa Jatinom. Sosok itu adalah Nur Fatimah (Nur, 39 tahun), perempuan desa Jatinom yang sehari-harinya bukan hanya sibuk sebagai manajer rumah tangga, namun juga di beberapa kegiatan sosial.

Sosok Nur merupakan salah satu aset sumber daya manusia (SDM) yang sangat penting untuk diapresiasi. Perempuan kelahiran 28 Juli 1980 ini merupakan warga Dusun Nglaos, Desa Jatinom.  Nur bisa dibilang sosok penerus Kartini di desa Jatinom, sosok yang tak lelah mengabdi bagi masyarakat desanya.

Nur sampai saat ini aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, Nur juga merupakan kader Posyandu dan anggota Komunitas Organisasi Pekerja migran Indonesia (KOPI) yang penuh dedikasi dan memiliki jam kerja tinggi.

Nur bukan hanya aktif dalam kegiatan organisasi, dia juga aktif dalam kegiatan religi kelompok rebana di daerahnya. Dia adalah sosok yang sangat kompeten dan inspiratif. Selama ini dia telah membuktikan bahwa perempuan tetap mampu berkarya di luar rumah, termasuk di lingkungan desanya.

“Hidup itu harus diisi dengan kegiatan positif, mengukir banyak prestasi guna berdedikasi untuk negeri,” ungkap Nur.

Dengan adanya sosok seperti Nur, menjadi inspirasi tersendiri bagi perempuan lain di desa Jatinom. Sehingga, perempuan tidak mudah berputus ada dan selalu melakukan yang terbaik untuk lingkungan sekitarnya. Apalagi, jika waktu terbuang percuma hanya melakukan sesuatu yang tidak produktif.

Tulisan ini ditandai dengan:Jatinom kopi 

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *