Mengenal Lebih Dekat Madani Inspiring Community

Author

Salah satu kegiatan MIC bersama Anggota. Sumber Foto: Dwi Noviana.

Al-Quran dalam satu ayatnya mengatakan mengenai pentingnya saling mengenal. Ini merupakan ajaran mendasar tentang manusia sebagai makhluk sosial. Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk hidup bersosialisasi dengan cara berinteraksi dengan manusia di sekitarnya. Kebutuhan bersosial manusia tidak terbatas pada tempat asal atau di negara asal mereka saja. Saat manusia saling berinteraksi, memiliki tujuan yang sama, maka akan terbentuk sebuah kelompok sosial. 

Begitu juga dengan adanya Madani Inspiring Community (MIC), komunitas ini lahir karena adanya persamaan latar belakang, persepsi, keinginan-keinginan, dan tujuan yang sama dari pendirinya. Madani sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya sekelompok orang yang beradab dengan pemikiran maju berdasarkan iman, ilmu dan teknologi.

MIC dimotori Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong dan dibimbing oleh Didin Sholahudin, Mantan Konsul Ketenagakerjaan, KJRI Hong Kong. Personil MIC berjiwa muda dengan visi terwujudnya satu komunitas yang komunikatif, tidak diskriminatif, besar bersama, pandai bersama dan peduli dengan lingkungan sekitar. MIC dibentuk untuk menjadi satu komunitas dengan fokus terhadap hal-hal yang terlupa disekitarnya dengan 3 ciri khas:

  1. Belajar tanpa batas (religi, skill, pengembangan kepribadian, seni dan budaya); 
  2. bergaul tanpa batas (bersifat terbuka untuk muslim,  non muslim, berhijab maupun yang tidak berhijab); 
  3. berbagi tanpa bayar (tidak ada acara yang diadakan dengan memungut biaya, infaq dan     sejenisnya).

MIC beranggapan bahwa teman merupakan penyemangat belajar, bukan rekanan bisnis. Sifat keanggotaan MIC tidak terikat dan siapa saja boleh menjadi bagian dari pencari dan pemberi inspirasi di dalamnya. Meskipun tergolong baru, MIC telah berupaya untuk mengukuhkan eksistensinya dengan program offline dan online. Program online yang telah berjalan adalah pembelajaran al-Quran dengan berdasar Matn alJazary dan Tuhfathul Atfaal. 

Adapun untuk program offline, baru dua yang bisa diluncurkan dikarenakan beberapa personil didalamnya mengambil izin untuk persiapan UAS hingga pertengahan Desember. Dua program luar jaringan (offline) yang telah terlaksana:

  1. Re-conect our Shalah 

Satu acara yang membahas tata cara salat berdasarkan fiqh madzhab Imam Asy- Syafi’i. Acara ini ditujukan untuk teman-teman mualaf dan mereka yang baru hijrah, serta untuk non muslim yang ingin mengetahui tentang Islam.

  1. Quran in Circle Gathering/ Halaqah Quran. 

Acara ini merupakan kelas Quran untuk pemula dan yang sudah lancar. Bagi pembaca Quran yang sudah lancar, MIC mengenalkan tata cara membaca Quran secara murotal dengan Langgam/ Maqamat. MIC menyelenggarakan murotal dengan memanfaatkan teknologi, yakni melakukan live streaming dengan guru di Indonesia. Hal ini sesuatu yang sedikit berbeda, karena yang banyak di sekitar kita adalah komunitas Quran untuk Mujawad (tilawatil Quran). 

Dalam waktu dekat MIC juga berencana untuk mengadakan kegiatan dengan tema non religi,  pembekalan keterampilan dan outing. Untuk informasi dan update kegiatan MIC, pembaca dapat menghubungi Facebook Husna Kusnaini atau WhatsApp +85298579250

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *